Perkembangan Vaksinasi Corona AS Angkat Harga Minyak

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 08:23 WIB
Harga minyak dunia menguat pada awal pekan kemarin terangkat oleh perkembangan vaksinasi corona di AS. Perkembangan vaksinasi corona di AS angkat harga minyak. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah global terpantau naik pada perdagangan Senin (13/4). Penguatan harga minyak ditopang optimisme vaksinasi virus corona di Amerika Serikat (AS).

Melansir Antara, Selasa (14/4), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 33 sen menjadi US$63,28 barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 38 sen menjadi US$59,70 per barel di New York Mercantile Exchange.

Berdasarkan data Reuters, pemerintah AS telah memberikan vaksin covid-19 kepada 22 persen dari populasi penduduk. Sedangkan, Inggris 11 persen dari total penduduk.


Namun, negara-negara lainnya seperti Prancis dan Jerman baru sekitar 6 persen dari total penduduk.

"Momentum kenaikan (vaksinasi) di negara tersebut cukup menjanjikan, tetapi perbedaan besar tetap terjadi secara global," kata Analis Pasar Minyak Rystad Energy Louise Dickson.

Meski vaksinasi covid-19 terus dilakukan, namun pasar tetap berhati-hati. Pasalnya, lonjakan kasus baru terus ditemukan, salah satunya di India. Negara ini sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus corona harian di seluruh dunia

"Meskipun masih banyak alasan untuk menjadi bullish, pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati karena infeksi melonjak di Eropa, India dan beberapa pasar negara berkembang, sementara peluncuran vaksin terbukti lebih lambat dari yang diperkirakan," kata pialang minyak PVM Stephen Brennock.

[Gambas:Video CNN]

Tambahan harga minyak juga ditopang oleh aksi gerakan Houthi menembakkan 17 drone dan dua rudal balistik ke Arab Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan Jeddah. Gerakan Houthi ini berbasis di Yaman namun berpihak pada Iran.

Belum ada konfirmasi langsung dari pihak pemerintah Arab Saudi. Senada, Saudi Aramco, perusahaan minyak milik negara, tidak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters.

Sementara itu, permintaan minyak Asia tetap lemah dan beberapa pembeli meminta pengiriman minyak dengan volume yang lebih rendah pada Mei. Di lain pihak, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada pada titik perubahan di tengah ekspektasi bahwa pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan baru akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, masih ada risiko pembukaan kembali kegiatan masyarakat terlalu cepat pada kebangkitan kembali kasus covid-19.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK