Alasan Nama Mohamed Bin Zayed Dipakai di Tol Japek II Layang

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 06:55 WIB
Pemerintah mengubah nama Jalan Tol Japek II Layang jadi Jalan Tol Mohamed Bin Zayed karena UEA memakai Jokowi untuk nama jalan strategis di UEA. Pemerintah mengubah nama Tol Japek II Elevated dengan Jalan Tol MBZ Mohamed Bin Zayed. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengubah nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II layang menjadi Jalan Tol MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed pada Senin (12/4) kemarin.  Mohamed Bin Zayed yang dipakai untuk menamai tol tersebut merupakan putra mahkota Abu Dhabi dan deputi komandan tertinggi Pasukan Angkatan Darat UEA.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan penggunaan nama itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi UAE. 

Pasalnya, pemerintah UAE juga menyematkan nama Presiden Joko Widodo sebagai nama salah satu jalan strategis di negara penghasil minyak tersebut.


"Perlu kami sampaikan juga sebelumnya nama jalan Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan di Abu Dhabi, sebuah jalan di jalan utama yang strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju ke arah kompleks kedutaan. Ini juga merupakan sebuah penghormatan pada bangsa Indonesia yang diberikan oleh pemerintah UAE khususnya Sheikh Mohamed Bin Zayed. Jadi, itulah latar belakang dari perubahan nama ini," ujarnya dalam peresmian pengubahan nama secara virtual, Senin (12/4).

Selain itu, kedua negara memiliki hubungan diplomatik yang sudah berlangsung lebih dari 45 tahun sejak 1976 silam. Hubungan dua negara semakin erat di bidang sosial, kebudayaan, dan ekonomi.

Khusus pada bidang ekonomi, UAE merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia baik pembangunan infrastruktur maupun dukungan finansial lainnya. Terakhir, pemerintah UAS mengumumkan akan berinvestasi pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) milik Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA).

[Gambas:Video CNN]

Total nilai investasi yang akan diberikan ke LPI mencapai US$10 miliar.

"Dukungan terakhir dalam volume besar kepada Indonesia Investment Authority, jadi lembaga Sovereign Wealth Fund Indonesia yang dibentuk beberapa waktu lalu," ujarnya.

Sementara itu Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid AlDhaheri yang hadir dalam upacara perubahan nama itu menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atau penghormatan yang diberikan itu.

Ia menuturkan kerja sama antara Indonesia dan UAE mulai menuju perubahan dari kerja sama konvensional di bidang minyak, gas, dan pelabuhan menuju kerja sama di bidang baru seperti pendidikan, kesehatan, investasi, agrikultur, ritel, dan sebagainya.

"Kami sangat bangga dan senang mendapatkan kesempatan ini, kami mengapresiasi Indonesia dan juga hubungan dua negara secara positif," ujarnya.

Sebagai informasi, Tol Japek II Layang yang kini sudah berubah nama jadi Jalan Tol MBZ Mohamed Bin Zayed memiliki panjang 36,4 km.

Dengan kondisi itu, tol menjadi jalan bebas hambatan layang terpanjang di Indonesia. Konstruksinya dimulai sejak awal 2017 oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO).

Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jalan tol layang yang menelan nilai investasi Rp16,2 triliun ini telah diresmikan operasional oleh Presiden Jokowi pada 12 Desember 2019 lalu. .

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK