30 Juta Pelanggan PLN Dapat Diskon Listrik

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 17:23 WIB
PLN menyebut jumlah pelanggan penerima perpanjangan stimulus diskon listrik sama dengan sebelumnya, yakni 30 juta. PLN menyebut jumlah pelanggan penerima perpanjangan stimulus diskon listrik sama dengan sebelumnya, yakni 30 juta. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) mengungkap jumlah pelanggan penerima perpanjangan stimulus diskon listrik untuk periode April-Juni 2021 relatif sama dengan sebelumnya. Yakni, kurang lebih mencapai 30 juta pelanggan.

"Stimulus diberikan kepada UMKM dan rumah tangga, jumlahnya 30 juta pelanggan. Jumlah relatif tetap, atau kalau pun naik-naik dikit, itu karena ada yang baru pasang listrik," tutur EVP Tarif dan Subsidi PLN Tohari Hadiat di acara FMB 9 secara virtual, Rabu (14/4).

Tohari menjelaskan jumlah pelanggan relatif sama karena perpanjangan stimulus tetap menyasar pada kelompok yang sebelumnya sudah diberikan stimulus sejak 2020 hingga kuartal I 2021.


Rinciannya, terdiri dari pelanggan rumah tangga berkapasitas listrik 450 VA dan 900 VA serta industri skala UMKM dan terdampak 450 VA.

Perbedaannya, kata Tohari, hanya pada nilai pemberian diskon. Semula, pemerintah memberikan diskon mencapai 100 persen alias gratis kepada pelanggan rumah tangga dengan kapasitas listrik 450 VA.

Namun kini, stimulus diskonnya dipotong cuma 50 persen. Sementara, pelanggan rumah tangga berkapasitas 900 VA dan industri UMKM yang semula mendapat diskon 50 persen, kini hanya 25 persen.

Begitu pula dengan stimulus berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum. Kini, dipangkas tinggal 50 persen untuk untuk golongan sosial, bisnis, serta industri daya 1.300 VA ke atas serta golongan layanan khusus.

Tohari mengatakan dampak dari pemangkasan besaran stimulus diskon listrik ini akan membuat beban dana yang ditanggung pemerintah berkurang setengahnya. Menurut catatannya, stimulus diskon listrik kepada pelanggan rumah tangga dan UMKM seharusnya mencapai Rp4,6 triliun.

Tapi karena ada pemotongan diskon sebesar 50 persen, maka jumlah tagihan kepada pemerintah pun bakal berkurang setengahnya.

"Nilai rupiahnya yang berkurang, kalau dulu Rp4,6 triliun, jadi Rp2,3 triliun karena 50 persen subsidi dipotong," terang dia.

Lebih lanjut, Tohari menyatakan BUMN kelistrikan itu siap 'menerangi' masyarakat pada masa perpanjangan stimulus diskon listrik. Sebab, hal itu sudah menjadi penugasan dari pemerintah.

"Tentu PLN dalam posisi selalu harus dan selalu siap untuk penugasan pemerintah. Asal didiskusikan dari awal seperti apa modelnya, sehingga kami siap untuk jalani sesuai arahan pemerintah," imbuh dia.

Di sisi lain, Tohari juga meluruskan soal berita bohong atau hoaks yang sempat viral di masyarakat, di mana disebutkan untuk mendapat stimulus harus masuk ke suatu link tertentu. Padahal, tidak demikian.

"Sebenarnya hanya tinggal lihat rekeningnya, ada potongan atau tidak, bisa dilihat di aplikasi PLN Mobile, mereka bisa lihat rekeningnya berapa saat ini dan dapat subsidi atau tidak, kalau dapat bisa lewat situ juga," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK