Handojo S. Muljadi Setia di Bisnis Utama Tempo Scan Group

Tempo Scan Group, CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 17:47 WIB
Selama 25 tahun memimpin sebagai CEO Tempo Scan, Handojo Selamet Muljadi tetap setia kepada core businesses. Selama 25 tahun memimpin sebagai CEO Tempo Scan Handojo Selamet Muljadi tetap setia kepada core businesses yang terdiri dari Farmasi, Consumer Products, Cosmetics dan Distribusi & Logistik. (Dok. Tempo Scan Group).
Jakarta, CNN Indonesia --

Handojo Selamet Muljadi selaku pemegang saham mayoritas dan sebelumnya dia juga menjabat sebagai Presiden Direktur/CEO PT Tempo Scan Pacific Tbk ("Tempo Scan") sejak tahun 1995 hingga 2020, namun pertengahan tahun lalu Handojo telah menyerahkan jabatan CEO tersebut kepada seorang senior executive perusahaan dengan latar belakang profesional.

Selama 25 tahun memimpin sebagai CEO Tempo Scan, Handojo tetap setia kepada core businesses yang terdiri dari Farmasi, Consumer Products, Cosmetics dan Distribusi & Logistik. Handojo berbeda dengan pengusaha lain di dekade 90-an yang memilih untuk merambah ke berbagai jenis usaha, namun dia memilih untuk "faithful to Tempo Scan's core businesses".

Handojo melakukan restrukturisasi perusahaan sejak kembali dari studi di New York University tahun 1989, selanjutnya pada awal tahun 90-an dia menjadikan Tempo Scan sebagai sub-holding dari Tempo Scan Group yang menaungi core businesses tersebut, dan pada tahun 1994, Tempo Scan akhirnya menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan saham Tempo Scan di Bursa Efek Indonesia (dulu bernama Bursa Efek Jakarta).


Setelah menjadi perusahaan publik, Tempo Scan terus melakukan ekspansi usahanya termasuk antara lain melakukan akuisisi perusahaan farmasi lain, dan sebagaimana perusahaan lainnya saat itu Tempo Scan juga berhutang dalam mata uang asing untuk membiayai akuisisi tersebut.

Pada tahun 1997-1998 saat Indonesia sedang terimbas krisis ekonomi Asia dan gejolak politik, Tempo Scan tetap menjaga reputasinya antara lain dengan melunasi lebih awal hutang sindikasi luar negeri, maupun hutang dalam mata uang lainnya yang berjumlah sekitar US$125 juta di akhir tahun 1999. Seperti banyak pengusaha Indonesia lainnya, hutang luar negeri tersebut tidak semuanya dilakukan hedging atau lindung nilai, sehingga saat nilai tukar rupiah anjlok karena krisis, Tempo Scan juga menghadapi masalah serius.

Namun di akhir tahun 1998, Handojo bersama manajemen Tempo Scan berhasil melakukan Rights Issue yang hasilnya digunakan untuk membayar lunas hutang luar negeri tersebut tanpa meminta loan rescheduling dan hair cut (potongan nilai pokok hutang) dari para kreditor luar negeri. Tindakan tersebut diliput oleh koran bisnis "Wall Street Journal" edisi 3 Desember 1999 yang menuliskan antara lain "Tempo might be among the first Indonesian companies to prepay a foreign loan since the country's economic and political problems began in 1997".

Sejak saat itu Tempo Scan mengelola keuangaannya secara prudent dan lebih berhati-hati sehingga memiliki neraca keuangan yang sehat dengan posisi net cash (posisi dana kas & setara kas lebih besar dari total hutang) sejak tahun 1999.

Bersama Handojo pula, Tempo Scan terus menginvestasikan cashflow perusahaan untuk membangun 9 pabrik, 46 cabang, 7 distribution center, 127 sales points di seluruh Nusantara, serta pembangunan fasilitas e-commerce fulfillment centers sejalan dengan berkembangnya e-commerce business dengan sangat pesat. Semua sarana produksi dan distribusi Tempo Scan menggunakan IT system yang mutakhir dan hal tersebut dimungkinkan karena Handojo memutuskan untuk Tempo Scan menjadi early adopter dari ERP SAP sejak tahun 2002-2003, dan saat ini hampir seluruh unit-unit usaha Tempo Scan menggunakannya.

Tempo Scan sangat fokus dalam mengembangkan Brand Equity miliknya sehingga bisa menjadi Proxy "Produk Rakyat Indonesia", karena harganya terjangkau oleh masyarakat luas dan merupakan kebutuhan sehari-hari. Demikian pula R&D juga dilakukan oleh SDM Indonesia, serta diproduksi di dalam negeri/domestic manufacturing oleh Tenaga Kerja Indonesia. Hasilnya adalah mayoritas dari Brand Equity Tempo Scan memiliki DNA produk Indonesia dan telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti antara lain: bodrex, hemaviton, bodrexin, NEO rheumacyl, Oskadon, IPI vitamins, Marina, My Baby, SOS, Total Care, dan lainnya.

Selanjutnya Handojo juga membawa Tempo Scan go internasional ketika perseroan memperlebar sayap bisnisnya ke Thailand di tahun 2007. Bahkan Tempo Scan juga mendirikan Tempo Scan Pacific Philippines pada tahun 2010 dan Tempo Scan Pacific Malaysia di tahun 2012. Hal tersebut sesuai dengan ambisinya untuk mengembangkan usaha Tempo Scan hingga wilayah Pacific.

Pekerja Keras

Handojo merupakan putra dari Ibu Kartini Muljadi, S.H., dan Handojo merupakan pemegang saham mayoritas dari Tempo Scan Group di bawah holding PT Bogamulia Nagadi (BMN) suatu perusahaan yang didirikannya di awal dekade 90-an, dan BMN memiliki saham mayoritas pada PT Tempo Scan Pacific Tbk. Hubungan Handojo, Ibu Kartini Muljadi, S.H., dan Ibu Dian P. Tamzil sebagai budenya sangat erat, di mana Handojo memandang kedua wanita tersebut sebagai panutan utama yang membesarkannya sejak almarhum ayahnya wafat saat dia berusia 8 tahun.

Handojo memiliki prinsip bahwa Tempo Scan tidak harus dipimpin oleh putra-putranya karena dia berkeyakinan bahwa pemimpin perusahaan wajib memiliki Commitment, Capabillity, and Creativity, sehingga keyakinan tersebut membuka peluang seluas-luasnya bagi para profesional yang berkompetensi untuk menjadi pemimpin keluarga besar Tempo Scan walaupun bukan anggota keluarganya. Dia berpedoman bahwa position can be given however respect must be earned.

Saat ini Handojo menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan hasil keputusan RUPST pada 30 Juni 2020 dan masih secara aktif membantu Direksi Tempo Scan dengan memberikan saran dan masukan terhadap keputusan yang bersifat strategis dan vital bagi kelangsungan perusahaan.

Handojo menyampaikan penghargaannya kepada segenap Direksi dan segenap karyawan/wati Tempo Scan yang telah bekerja keras selama pandemi berlangsung pada tahun 2020 sehingga menghasilkan kinerja yang baik, di mana Tempo Scan berhasil membukukan penjualan bersih sekitar Rp11 triliun, serta peningkatan laba bersih sebesar 42,1 persen dan berjumlah Rp787,8 miliar. Demikian pula EBITDA berhasil tumbuh 32,2 persen dan bernilai Rp1,351.9 miliar, sedangkan posisi net cash berada pada Rp2,645.9 miliar di akhir tahun 2020.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK