Pemerintah Beri Waktu 3 Bulan untuk Cairkan BPUM

BRI, CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 14:59 WIB
Untuk menghindari terjadi kerumunan atau antrian, pencairan dana BPUM yang dapat dilakukan di kantor BRI akan berjalan selama tiga bulan penuh. Untuk menghindari terjadi kerumunan atau antrian, pencairan dana BPUM yang dapat dilakukan di kantor BRI akan berlangsung selama tiga bulan penuh. (Foto: Arsip Bank BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah kembali menyalurkan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) melalui beberapa bank, termasuk BRI. Seperti pada 2020, tahun ini bantuan senilai Rp1,2 juta itu akan diberikan sesuai data penerima dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta dengan penerapan protokol kesehatan.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menegaskan, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mendatangi kantor bank untuk melakukan pencairan dana. Pasalnya, pemerintah memberi waktu pencairan selama 3 bulan.

Demi mengantisipasi kerumunan saat pencairan, BRI melakukan pembatasan jumlah orang, menerapkan sistem antrian, memberikan jarak pembatas, menyediakan hand sanitizer, dan terus-menerus mengimbau agar masyarakat tidak bergerombol di setiap kantor BRI.


"Hal tersebut merupakan bentuk perlindungan keamanan dan keselamatan bagi pekerja dan nasabah (people's first) dalam menjalankan operasional dan aktivitas bisnis yang diterapkan BRI selama pandemi," tutur Aestika.

Selain itu, penerima BPUM diminta datang hanya pada saat jam layanan operasional, yakni pukul 08.00-14.00 waktu setempat. Bila terdapat antrian panjang di kantor yang dituju, penerima BPUM dapat mendatangi kantor BRI lain yang lebih lengang, atau memilih hari lain.

Sebelum mengambil hak di kantor BRI, calon penerima BPUM dapat mengakses laman https://eform.bri.co.id/bpum terlebih dahulu. Tujuannya, untuk menghindari terjadi antrian. Setelah membuka e-form, penerima BPUM akan diminta memasukkan nomor e-KTP (NIK) dan mengisi kode verifikasi, serta melanjutkan proses inquiry.

Lebih lanjut, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan mandiri untuk memastikan diri menerima bantuan BPUM melalui laman ini. Setelah mengecek status bantuan, calon penerima dapat menghubungi kantor BRI untuk mendapatkan waktu atau jadwal pencairan.

"Mempertimbangkan protokol kesehatan dan untuk menghindari terjadinya kerumunan, pencairan BPUM dilakukan secara bertahap sesuai tanggal yang ditentukan. Pencairan BPUM ini dapat dilakukan melalui seluruh Unit Kerja BRI dan tidak dipungut biaya sedikitpun atau gratis," ujar Aestika.

Saat mencairkan BPUM, penerima diharuskan membawa e-KTP asli; sementara kelengkapan dokumen lain yang terdiri dari Surat Pernyataan Tanggung
Jawab Mutlak (SPTJM), Surat Pernyataan & Kuasa, serta Formulir Pembukaan/Perubahan Data Rekening akan disediakan oleh BRI dan dilengkapi pada saat penerima datang ke kantor.

Aestika mengingatkan, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tak mudah percaya terhadap informasi dari sumber yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Demikian juga kemungkinan beredar berbagai tautan (link) atau formulir pendataan dari sumber tidak jelas yang meminta data pribadi.

"Kehati-hatian harus dimiliki, agar data pribadi masyarakat tetap terjaga dan tidak disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Aestika.

Dalam melaksanakan pelayanan pencairan BPUM, Unit Kerja BRI berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Satgas Covid-19 terkait pengaturan jumlah layanan maksimal per hari, pemerintah setempat, serta pihak berwajib lain yang memastikan kegiatan pelayanan BPUM sesuai dengan protokol kesehatan.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK