Ant Group Bantah Paksa Jack Ma Lepas Saham

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 08:02 WIB
Ant Group menyatakan divestasi saham Jack Ma tidak pernah menjadi subjek pembicaraan dengan siapa pun. Ant Group menyatakan divestasi saham Jack Ma tidak pernah menjadi subjek pembicaraan dengan siapa pun. (AFP/FABRICE COFFRINI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ant Group membantah kabar soal Jack Ma dipaksa melepas saham perusahaan. Kabar tersebut berhembus di tengah seteru pendiri Alibaba iu dengan pemerintah China.

"Divestasi saham Ma di Ant Group tidak pernah menjadi subjek diskusi dengan siapa pun," kata juru bicara Ant dalam sebuah pernyataan, Senin (19/4), seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Jack Ma dikabarkan bakal bakal melepas sahamnya di AntGroup, salah satu anak perusahaan Alibaba yang bergerak di sektor keuangan. Perusahaan pinjaman online (pinjol) ini disebut tengah menyiapkan cara agar Ma dapat mendivestasikan sahamnya.


Kabar tersebut berasal dari sebuah sumber yang dekat dengan regulator dan dua orang yang memiliki hubungan dekat dengan perusahaan.

Beberapa bulan lalu, Ma dan petinggi Ant Group bertemu dengan regulator China beberala bulan lalu dan dari situ diisyaratkan bila Ma keluar dari Ant, pengawasan terhadap bisnis perusahaan dapat 'diringankan'.

Pejabat dari bank sentral, People's Bank of China (PBOC), dan regulator finansial China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC) mengadakan pembicaraan pada Januari dan Maret lalu dengan Ma dan Ant secara terpisah. Sumber mengungkap dari pertemuan tersebut ada kemungkinan Jack Ma lengser dari Ant Group.

Sampai sekarang, belum diketahui pasti bila kabar divestasi itu merupakan sebuah pilihan yang akan diambil perusahaan. Namun, jika benar, sumber menyebutkan bahwa perusahaan berharap saham Ma yang bernilai miliaran dolar AS dapat dijual kepada investor internal Ant atau ke e-commerce yang terafiliasi pada grup Alibaba secara luas, tanpa melibatkan pihak luar.

Sedangkan, sumber lainnya yang juga dekat dengan perusahaan mengatakan Ma dilarang untuk menjual sahamnya kepada perorangan atau entitas yang dekat dengannya. Pasalnya, pemerintahan Xi Jinping ingin ia keluar dari cengkraman kekuasaan.

Pilihan lainnya adalah saham ditransferkan kepada investor yang berafiliasi dengan pemerintah. Namun, pilihan manapun yang bakal dipilih harus melewati persetujuan pemerintah lebih dulu.

Meski informasi dari sumber yang didapat Reuters berbeda, namun terkait kapan diskusi terjadi, secara kompak sumber menyatakan diskusi telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Dari sisi perusahaan, satu sumber mengatakan Ma bertemu dengan regulator lebih dari sekali pada awal Februari lalu. Kemudian, sumber kedua menyebutkan Ant mulai menyiapkan cara agar Ma keluar dari perusahaan sejak beberapa bulan lalu.

Sedangkan sumber lain yang dekat dengan regulator menyebut Ant telah mengatakan kepada pemerintah China pada sebuah pertemuan sebelum pertengahan Maret bahwa mereka sedang menyiapkan rencana.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK