Perusahaan Suami Puan Garap Pipa Blok Rokan Bareng Pertagas

CNN Indonesia | Selasa, 27/04/2021 20:03 WIB
PT Rukun Raharja Tbk dan PT Pertamina Gas bakal menggarap proyek pipa minyak bumi Blok Rokan dengan total anggaran US$300 juta atau sekitar Rp4,34 triliun. PT Rukun Raharja Tbk dan PT Pertamina Gas bakal menggarap proyek pipa minyak bumi Blok Rokan dengan total anggaran US$300 juta atau sekitar Rp4,34 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Rukun Raharja Tbk mendapatkan restu dari pemegang saham untuk melakukan kerja sama dengan PT Pertamina Gas atau Pertagas dalam proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi koridor Balam-Bangka Dumai dari koridor Minas-Duri Dumai yang merupakan bagian dari Blok Rokan.

Persetujuan itu diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Selasa (27/4).

Untuk diketahui, sebesar 32,59 persen saham Rukun Raharja digenggam oleh Happy Hapsoro, suami dari Ketua DPR Puan Maharani. Sementara, sisanya sebanyak 31,54 persen saham dikempit Sentosa Bersama Mitra, 10,42 persen dimiliki Johan Lensa, dan 25,45 persen dimiliki masyarakat.


Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menuturkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk ekspansi usaha perseroan. Selain itu, ini adalah langkah perseroan mendukung pemerintah dalam stabilitas produksi minyak nasional, di mana saat ini Blok Rokan berkontribusi sekitar 24 persen terhadap produksi minyak nasional.

"Hal ini juga merupakan salah satu bentuk strategi kami untuk mengembangkan usaha dan melakukan ekspansi usaha di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi melalui pipa, sehingga dapat memberikan manfaat terbaik khususnya kepada seluruh pemegang saham perseroan serta manfaat secara umum kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Secara total, proyek tersebut membutuhkan pendanaan sebesar US$300juta, atau Rp4,34 triliun (mengacu kurs Rp14.485 per dolar AS). Dari jumlah tersebut, Rukun Raharja akan berkontribusi sebesar 25 persen atau sekitar US$75 juta. Sedangkan, sumbangan modal mayoritas atau 75 persen berasal dari Pertagas.

Nilai investasi US$75 juta itu setara dengan 62 persen dari total ekuitas perseroan per 30 September 2020 yakni US$121juta. Karenanya, transaksi tersebut merupakan transaksi material yang memerlukan persetujuan dari pemegang saham sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk membiayai proyek tersebut, perseroan memanfaatkan sumber dana pinjaman perbankan. Dalam hal ini, Rukun Raharja telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai US$108juta pada 26 Maret 2021.

Selanjutnya, dalam RUPSLB itu manajemen juga meminta persetujuan pemegang saham atas pemberian jaminan atas seluruh atau sebagian besar kekayaan bersih perseroan, dalam rangka penerimaan pinjaman dari pihak ketiga tersebut. Meliputi jaminan yang akan diberikan oleh perseroan dan/atau entitas anak, maupun jaminan dalam bentuk aset-aset terkait dari perseroan dan/atau entitas anak.

Pasalnya, pinjaman itu bernilai lebih dari 50 persen dari total ekuitas perseroan. Direktur Rukun Raharja Oka Lesmana mengatakan tiga perempat pemegang saham yang hadir pada RUPSLB tersebut, mayoritas telah menyetujui pinjaman itu. Selain untuk proyek dengan Pertagas, perusahaan dengan kode saham RAJA itu akan memanfaatkan pinjaman untuk proyek yang sedang berjalan.

[Gambas:Video CNN]

"Salah satunya adalah pembangunan LPG Discharge Terminal di Rembang dan lainnya adalah untuk melunasi pinjaman yang dimiliki perseroan di bank lain," ucapnya.

Rencananya, pembangunan proyek pipa Rokan tahap pertama akan selesai pada kuartal ketiga 2021. Selanjutnya, proyek pipa Rokan ini diproyeksikan bisa memberikan kontribusi pendapatan kepada perseroan pada laporan keuangan tahun buku 2022 mendatang.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK