E-Commerce Tunggu Arahan dari Pemerintah soal Subsidi Ongkir

CNN Indonesia | Kamis, 29/04/2021 06:26 WIB
Pengusaha e-commerce masih menunggu kejelasan pemerintah soal gelontoran subsidi Rp500 miliar untuk ongkos kirim belanja online di Harbolnas Lebaran. Asosiasi e-commerce masih menunggu kejelasan pemerintah soal janji subsidi ongkir Rp500 miliar. Ilustrasi. (iStockphoto/Chainarong Prasertthai).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menyebut pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah soal gelontoran dana Rp500 miliar untuk mendukung pesta belanja online Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) tahun ini.

Bila jadi, dana direncanakan untuk subsidi biaya ongkir belanja selama BBI berlangsung. Meski hari BBI jatuh pada 14 Mei setiap tahunnya, namun untuk hari perayaan belanja nasionalnya belum dipastikan akan berlangsung kapan dan berapa lama.

"Kami fokus ke kampanyenya, kami masih menunggu arahan dari pemerintah mengenai apakah pemerintah mengalokasikan atau enggak," jelasnya pada diskusi FMB9, Halbonas: Langkah Tingkatkan Geliat Transaksi, Rabu (28/4).


Dia juga menambahkan kalau tahun ini pihaknya menargetkan ada 200 anggota idEA yang ikut berpartisipasi. Namun, hingga saat ini dia belum bisa merincikan sudah berapa banyak yang mendaftarkan diri.

Selain gratis ongkir, dia menilai masih banyak promosi lain yang bisa dilakukan untuk merangsang transaksi masyarakat, seperti dengan memberlkan cashback atau potongan harga.

Bima juga mengaku optimis tahun ini acara yang akan berlangsung jelang Lebaran ini akan berhasil. Pasalnya, sejak pandemi menyerang ia mencermati peralihan kebiasaan belanja masyarakat dari toko fisik ke gerai daring.

[Gambas:Video CNN]

Ini tercermin dari angka penjual di marketplace yang menembus 4,8 juta orang per April 2021. Padahal, pada 2020 lalu ditargetkan akan ada 2 juta pedagang e-commerce saja. Per Desember 2020 ia menyebut angka pedagang e-commerce mencapai 3,8 juta lapak.

"Jadi, itu sudah meningkat UMKM yang ada di Bangga Buatan Indonesia," imbuhnya.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK