Ekspor Minyak Sawit Naik Jadi 3,24 Juta Ton pada Maret 2021

CNN Indonesia | Jumat, 30/04/2021 13:29 WIB
GAPKI menyatakan industri sawit Indonesia tidak terdampak covid-19 dan ekspor minyak sawit melonjak tajam pada Maret 2021. GAPKI menyatakan industri sawit Indonesia tidak terdampak covid-19 dan ekspor melonjak tajam pada Maret 2021. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan industri sawit Indonesia tidak terdampak covid-19. Ini menyebabkan jumlah ekspor minyak sawit melonjak tajam 62,7 persen secara bulanan (mtm) dari 1,99 juta ton menjadi 3,24 juta ton di Maret 2021.

"Indonesia mendapat keuntungan dari situasi ini, karena produksinya praktis tidak terganggu oleh covid-19 sehingga ekspor meningkat tajam," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi, Kami (29/4).

Sejalan dengan pertumbuhan ekspor, harga rata-rata minyak sawit pada sebesar US$1.116/ton di CIF Rotterdam, naik 19 persen atau US$21 dibandingkan Februari. Kombinasi kenaikan harga dan volume ekspor mendongkrak nilai ekspor sawit hingga 80 persen dari US$2,08 miliar menjadi sekitar US$3,74 miliar pada Maret 2021.


"Kenaikan harga disebabkan oleh banyaknya perubahan prediksi produksi oilseeds dan kenaikan produksi biodiesel dunia. Ketidakpastian tanam dan produksi oilseeds menyebabkan permintaan minyak sawit meningkat, karena sebagai tanaman tahunan, produksinya lebih bisa terprediksi," terangnya.

Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia naik lebih dari 20 persen menjadi 3,71 juta ton ribu ton pada Maret. Mukti mengatakan kenaikan ini merupakan limpahan produksi pada bulan sebelumnya, yang hanya sebesar

Namun, ia menyatakan ketersediaan akhir minyak sawit justru turun dari 4,02 juta ton menjadi 3,20 juta ton di Maret. Ini disebabkan kenaikan produksi pada Maret lalu lebih kecil dari kenaikan ekspor dan konsumsi dalam negeri yang totalnya diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton.

"BMKG memperkirakan kemarau akan dimulai pada April 2021. Oleh karena itu, pekebun perlu melakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran agar produksi tidak terganggu," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK