Mayoritas Investasi Asing Sektor Pertanian di Kebun Sawit

CNN Indonesia | Sabtu, 01/05/2021 12:05 WIB
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebagian besar investasi perkebunan sawit berasal dari Singapura dan Malaysia. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebagian besar investasi perkebunan sawit berasal dari Singapura dan Malaysia. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat mayoritas investasi asing di sektor pertanian masih berupa perkebunan sawit pada periode 2015-Maret 2021.

Kepala Sub Direktorat Sektor Agribisnis Kementerian Investasi/BKPM Jumina Sinaga mengungkapkan sebagian besar investasi subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan di Indonesia berasal dari Singapura (53,7 persen) dan Malaysia (15,8 persen).

"Hal ini sejalan dengan investasi perkebunan sawit yang sebagian besar berasal dari kedua negara tersebut," ujar Jumina dalam webinar "Bagaimana Investasi Asing dapat Memajukan Pertanian Indonesia?", Jumat (30/4), seperti dikutip dari Antara.


Jumina merinci realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor pertanian mencapai US$9,5 miliar atau berkontribusi sekitar 5,2 persen dari terhadap total PMA di Indonesia selama periode 2015-Maret 2021.

"PMA sektor pertanian didominasi di Kalimantan dan Sumatera," ujarnya.

Di sisi lain, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada periode tersebut mencapai Rp173,9 triliun atau berkontribusi 9,1 persen terhadap total PMDN di Indonesia.

Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Donny Pasaribu menyoroti besarnya porsi perkebunan sawit pada investasi pertanian.

"Bukan sebaliknya jangan investasi di sawit, tapi kami merasa, sektor lain masih butuh dorongan dan punya kesempatan lebih jauh (untuk dikembangkan melalui investasi asing)," terangnya dalam kesempatan yang sama.

Donny mengingatkan pentingnya investasi asing di sektor pertanian yaitu untuk meningkatkan produktivitas agrikultur. Selain itu, investasi juga penting untuk meningkatkan keterjangkauan harga pangan dan kualitas pangan.

Tak hanya itu, investasi asing juga diharapkan akan membawa teknologi hingga membuka akses ke pasar internasional.

"PMA bisa membawa teknologi, manajerial, koneksi dan pasar internasional sehingga investasi asing jadi peluang besar kita untuk meningkatkan produktivitas agrikultur Indonesia," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK