Harga Minyak Dunia Terangkat Asa Pemulihan Ekonomi Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 07:57 WIB
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin (3/5), waktu AS. Kenaikan terjadi seiring munculnya harapan pemulihan ekonomi global. Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin (3/5), waktu AS. Kenaikan terjadi seiring munculnya harapan pemulihan ekonomi global. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin (3/5), waktu Amerika Serikat (AS). Kenaikan terjadi seiring munculnya harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat didorong ekonomi China dan AS.

Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 80 sen atau 1,2 persen menjadi US$67,56 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 91 sen atau 1,4 persen menjadi US$64,49 per barel di New York Mercantile Exchange.


Analis mengatakan kenaikan harga minyak ditopang oleh kuatnya ekonomi China yang tumbuh 18 persen pada kuartal I 2021 untuk mendorong permintaan di pasar. Bahkan, saat ini impor dari negeri tirai bambu meningkat sejalan naiknya penjualan mobil dan perjalanan lokal di sana.

Begitu juga dengan AS yang tumbuh 6,4 persen pada periode yang sama. Selain itu, negeri Paman Sam juga terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19, di mana sepertiga penduduknya sudah divaksin.

"Harga minyak telah bergerak lebih tinggi karena meningkatnya jumlah vaksinasi di pasar negara-negara maju. Data terbaru menunjukkan keefektifan tinggi vaksin dalam mencegah infeksi dan kematian," ungkap laporan BofA Global Research.

Kendati begitu, pergerakan harga minyak tetap waspada dengan perkembangan jumlah kasus baru covid-19 di India. Hal ini berpotensi memengaruhi tingkat permintaan minyak dari negeri Bollywood yang merupakan konsumen terbesar ketiga di dunia.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap mencermati kebijakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) ditambah Rusia atau OPEC+. Pasalnya, OPEC+ berencana meningkatkan pasokan mulai bulan ini.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK