Rupiah Stagnan di Level Rp14.450 Pagi Ini

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 09:34 WIB
Nilai tukar rupiah macet di posisi Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan Selasa (4/5) pagi. Nilai tukar rupiah macet di posisi Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan Selasa (4/5) pagi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (4/5) pagi. Posisi tersebut stagnan persen dibandingkan perdagangan Senin (3/5) sore di level Rp14.450 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,17 persen, dolar Singapura melemah 0,20 persen, yuan China melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,05 persen.

Sebaliknya dolar Taiwan menguat 0,10 persen, won Korea Selatan menguat 0,15 persen, peso Filipina menguat 0,03 persen, dan rupee India menguat 0,20 persen.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,18 persen dan dolar Australia menguat 0,26 persen. Sedangkan dolar Kanada melemah 0,13 persen dan franc Swiss menguat 0,22 persen.

Pengamat pasar keuangan Investindo Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS hari ini.

"Kekhawatiran terhadap penularan varian baru covid-19 di kawasan Asia Tenggara bisa menjadi alasan pelemahan tersebut. Varian baru ini lebih cepat menginfeksi manusia dibandingkan varian sebelumnya," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Tapi di sisi lain, membaiknya data aktivitas manufaktur dan stabilnya angka inflasi bulan April di Indonesia bisa membantu menjaga rupiah tidak terlalu melemah.

Selain itu, yield obligasi AS tenor 10 tahun yang kembali menurun ke kisaran 1,60 persen juga bisa membantu menjaga rupiah tidak terlalu melemah. "Potensi pergerakan rupiah hari ini antara Rp14 430-14.500," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK