Jokowi Minta RKP 2022 Disesuaikan dengan Tantangan Pandemi

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 18:52 WIB
Presiden Jokowi mengingatkan pandemi covid-19 masih memengaruhi dinamika perekonomian ke depan sehingga Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 harus menyesuaikan. Presiden Jokowi mengingatkan pandemi covid-19 masih memengaruhi dinamika perekonomian ke depan sehingga Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 harus menyesuaikan. Ilustrasi. (Lukas - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 disesuaikan dengan tantangan dan peluang di tengah pandemi virus corona (covid-19). Pasalnya, pandemi masih memberi dinamika bagi perekonomian ke depan.

"Sebaik apa pun perencanaan yang sudah dibuat, kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat untuk menyesuaikan dengan tantangan dan peluang. Yang tidak berubah adalah tujuan utamanya, yaitu untuk menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa," ujar Jokowi di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 di Istana Negara, Selasa (4/5).

Sementara untuk cara dan kebijakannya, ia meminta agar dirancang fleksibel. Dengan begitu, kebijakan pemerintah bisa terus merespons perubahan tantangan dan peluang akibat pandemi.


Tak hanya perlu disesuaikan dengan tantangan dan peluang pandemi, Jokowi juga meminta agar RKP 2022 disusun berdasarkan perkembangan pasar ilmu pengetahuan dan teknologi hingga digitalisasi. Pasalnya, hal ini terus berkembang dari waktu ke waktu.

"Pelayanan pemerintah, pendidikan, dan ritel tidak bisa di luar jaringan (luring), kita harus berubah dengan cepat menggunakan instrumen online, daring. Ketika butuh data cepat, akurat, dan terintegrasi, yang dibutuhkan adalah teknologi digital, ketika butuh obat, alat kesehatan, vaksin, juga dibutuhkan teknologi," tuturnya.

Kepala negara mengatakan penyusunan RKP perlu diadaptasi dengan perkembangan teknologi agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Apalagi, kompetisi di dunia semakin ketat ke depan.

"Para perencana harus mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, harus itu," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK