Geliat Pasar Otomatif Beri Dampak Positif pada BRI Group

BRI, CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 16:10 WIB
Animo tinggi masyarakat untuk membeli mobil mengantar BRI Finance berhasil mencapai 100 persen dari target penyaluran pembiayaan yang dicanangkan. Animo tinggi masyarakat untuk membeli mobil mengantar BRI Finance berhasil mencapai 100 persen dari target penyaluran pembiayaan yang dicanangkan. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Animo masyarakat yang tinggi untuk membeli mobil disebut berdampak positif terhadap BRI Finance selaku entitas anak BRI yang bergerak di bidang multifinance, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 99,88 persen.

Hingga April, BRI Finance berhasil mencapai 100 persen target yang dicanangkan. Untuk 2021, Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah menyatakan pihaknya menargetkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp2 triliun. Sebelumnya, penyaluran pembiayaan juga sempat terdampak pandemi.

Menurut Azizatun, minat tinggi masyarakat turut didukung oleh kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan penjualan mobil. Salah satunya, pembebasan PPnBM mulai 1 Maret lalu.


Ia menjelaskan, kondisi mulai membaik sejak awal 2021, diikuti dengan terjaganya kinerja keuangan perusahaan. Saat ini rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) BRI Finance terjaga di kisaran 0,8 persen.

Capaian rasio itu disebut Azizatun karena BRI Finance ketat melakukan mitigasi risiko atas pembiayaan yang disalurkan, serta selalu memperhatikan faktor skoring kredit, risk scoring, dan data-data pendukung sebelum memberikan pembiayaan kepada calon nasabah.

"Untuk me-manage NPF dan sebagainya itu tadi ada ketentuan untuk relaksasi, restrukturisasi, dan sebagainya. Jadi artinya baik untuk perusahaan multifinance dan nasabah ini (kebijakan) pemerintah sudah cukup. Mungkin untuk beberapa multifinance lain, beberapa insentif lagi terkait dengan pendanaan (dibutuhkan), karena ada beberapa perusahaan yang mungkin mereka struggling dengan NPF dan sebagainya, juga mengalami kesulitan likuiditas," papar Azizatun.

Selain menjalankan mitigasi risiko dengan ketat, BRI Finance juga memudahkan nasabah mendapat informasi dari seluruh produk perusahaan. Sejumlah benefit aplikasi My BRIF, antara lain pengetahuan tentang berbagai program, diskon, simulasi pembiayaan, hingga informasi seputar merek mobil beserta tenor dan potensi masalah yang bisa muncul.

My BRIF juga memungkinkan nasabah mengecek langsung status pengajuan pembiayaan. Di sisi lain, nasabah BRI Finance pun bisa menjadi agen referral melalui aplikasi yang sama. Azizatun mengatakan, BRI Finance menyediakan berbagai hadiah spesial bagi nasabah referral yang berhasil.

Saat ini, BRI Finance memiliki 27 titik pemasar. Namun sebagai bagian dari BRI Group, lanjut Azizatun, sebenarnya sudah ada 100 titik tambahan yang bekerja sama dengan BRI.

"Kami menempatkan RM-RM kami di tempat-tempat tersebut sehingga mereka bisa dekat dengan nasabah. Dengan program digital istilahnya mereka bisa mengajukan baik untuk pembiayaan mobil, refinancing, dan sebagainya," ujar Azizatun.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK