Harga Tisu di AS Bakal Naik Imbas Pemulihan Covid-19 di China

CNN Indonesia | Minggu, 09/05/2021 18:21 WIB
Harga tisu toilet bakal naik imbas kenaikan harga pulp akibat lonjakan permintaan di China, usai pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Harga tisu toilet bakal naik imbas kenaikan harga pulp akibat lonjakan permintaan di China, usai pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Ilustrasi. (Thinkstock/humonia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga tisu toilet bakal naik di AS akibat kenaikan harga bahan baku bubur kayu (pulp). Berbagai faktor disebut telah mendorong kenaikan harga pulp, di antaranya pemulihan ekonomi usai covid-19 di China, sehingga mendorong permintaan dari negara pembeli pulp terbesar di dunia tersebut.

Mengutip CNN Business, Minggu (9/5), produsen tisu Kimberly Clark mengaku akan menaikkan harga jual tisu produksinya. Namun, kenaikan harga berkisar satu digit, meskipun kenaikan harga pulp menyentuh dua digit.

"Kenaikan harga perlu dilakukan untuk mengimbagi inflasi biaya komoditas yang naik signifikan," tulis perusahaan.


Asosiasi Merek Konsumer, dalam sebuah unggahan di blog, Kamis (6/5) lalu, memastikan kenaikan harga pulp berdampak pada biaya produksi tisu toilet.

Apalagi, harga tisu sudah meningkat, bahkan mencapai dua digit, selama pandemi covid-19. Mengutip riset NielsenIQ, harga tisu naik 15,6 persen selama setahun terakhir.

Fenomena ini sejalan dengan melonjaknya harga pulp dari US$606 per metrik ton pada September 2020 lalu menjadi US$907 per metrik ton per April 2021.

"Kami belum pernah melihat kenaikan harga seperti ini selama berusaha. Belum pernah," kata Analis Industri Pulp Brian Mclay.

Selain pemulihan covid-19 di China, kenaikan harga tisu disebut juga disebabkan oleh penundaan pengiriman global.

Mclay menyebut produsen membeli pulp di pasar terbuka untuk membuat tisu toilet dan produk tisu lainnya. Sekitar 70 persen pulp yang dibeli oleh produsen konsumen AS untuk kertas toilet berasal dari Brasil dan sekitar 30 persen sisanya dari Kanada.

Pulp hanyalah contoh terbaru dari kekurangan bahan baku yang melanda ekonomi AS saat pulih dari penutupan yang mengganggu rantai pasokan dan mengubah perilaku konsumen. Kayu, baja, chip komputer, klorin, dan bahkan tenaga manusia sedang langka.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK