Uang Cetakan 1.0 Peruri Tak Bisa Diperjualbelikan

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 09:36 WIB
Perum Peruri menyatakan uang 1.0 hanya dicetak untuk kepentingan internal perusahaan. Perum Peruri menyatakan uang 1.0 hanya dicetak untuk kepentingan internal perusahaan. (Arsip Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menyatakan uang cetakan 1.0 yang viral di media sosial tak bisa diperjualbelikan.

Sekretaris Perusahaan Peruri Adi Sunardi menjelaskan uang tersebut merupakan house note atau umumnya disebut sebagai uang spesimen.

"Peruri tidak memperjualbelikan uang spesimen ini," ucapnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (10/5).


Uang spesimen sendiri, kata Adi, hanya dicetak untuk kepentingan internal Peruri. Biasanya bisa digunakan sebagai marketing tools untuk mempromosikan produk, dalam hal ini uang, yang memuat seluruh fitur sekuriti yang mampu dilakukan oleh Peruri.

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kompetensi dan biasanya 'kemampuan maksimal' sebuah banknote printers.

"Karena itu untuk pencetakan atau penerbitan uang spesimen ini sendiri tidak rutin, mengikuti perkembangan teknologi fitur sekuriti yang ada," jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menegaskan sesuai dengan Undang-Undang No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah yang sah di wilayah NKRI.

"Bank Indonesia tidak pernah mengeluarkan atau menerbitkan dan mengedarkan uang spesimen Perum Peruri sebagaimana video yang viral tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, video singkat yang merekam cetakan uang pecahan 1.0 viral di media sosial Tik Tok. Video tersebut diunggah akun @PuspoTv dengan narasi "Ngasih THR pake uang pecahan ini lucu kali ya?".

Tayang pada Minggu (9/5), video tersebut mendapat 5.891 respons, dibagikan sebanyak 9.777 kali dan telah disukai 248,7 ribu pengguna Tik Tok pada pagi ini.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK