Victoria's Secret Bakal IPO di Bursa Saham New York

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 20:05 WIB
Victoria's Secret akan melantai di bursa saham New York, AS. Aksi go public atau pelepasan saham ini ditargetkan selesai pada Agustus 2021. Victoria's Secret akan melantai di bursa saham New York, AS. Aksi go public atau pelepasan saham ini ditargetkan selesai pada Agustus 2021. (AFP/Matt Winkelmeyer).
Jakarta, CNN Indonesia --

Victoria's Secret, produsen pakaian dalam dan perawatan tubuh wanita, akan go public atau initial public offering (IPO). Aksi melantai di bursa saham New York itu ditempuh setelah L Brands, induk Victoria's Secret, gagal menjual perusahaan ke Sycamore Partners.

Mengutip CNN Business, Rabu (12/5), L Brands resmi menyerah mencari pembeli Victoria's Secret. Karenanya, L Brands melepas sahamnya ke publik.

Ini berarti, L Brands bakal terdiri dari dua perusahaan publik, yakni Bath & Body Works dan Victoria's Secret. Transaksi ini diharapkan selesai pada Agustus 2021.


Juru Bicara Perusahaan mengatakan dengan melepas saham Victoria's Secret ke publik, manajemen dapat lebih maksimal dan fleksibel dalam mengatur keuangan perusahaan, termasuk untuk mengembangkan bisnis ritelnya dan tumbuh secara berkelanjutan.

Diketahui, tahun lalu, L Brands nyaris menjual Victoria's Secret ke perusahaan ekuitas swasta Sycamore Partners. Kesepakatan senilai US$525 juta itu batal, setelah pandemi covid-19 menghantam dan memaksa penutupan toko jaringan Victoria's Secret.

Namun, Sycamore menilai aksi penutupan toko melanggar kesepakatan, sehingga mereka membatalkan transaksi.

Pencarian pembeli Victoria's Secret pun berlanjut lagi tahun ini. Tetapi, New York Times melaporkan bahwa penawaran yang diperoleh L Brands tidak cukup tinggi.

Namun hal itu dibantah oleh L Brands. Mereka justru mengklaim telah berdiskusi dengan beberapa pembeli potensial.

"Menjadikan Victoria's Secret sebagai perusahaan publik yang terpisah membuat pemegang saham mendapatkan nilai lebih dari sekadar menjual secara langsung," kata Ketua Dewan L Brands Sarah Nash.

Bahkan, Nash melanjutkan bisnis Victoria's Secret semakin berkembang, yang mampu menutup kerugian dari penutupan toko beberapa waktu lalu.

"Kami percaya bahwa jalan ke depan ini akan mengembalikan nilai tertinggi kepada pemegang saham dan pemisahan akan memungkinkan setiap bisnis untuk mencapai peluang terbaiknya untuk tumbuh," jelasnya.

L Brands membocorkan bahwa stimulus yang diberikan Pemerintah AS di tengah pandemi covid-19 menopang pendapatan kuartal pertama perusahaan, baik untuk Bath & Body Works dan Victoria's Secret. Meski demikian, saham L Brands tercatat turun nyaris dua persen pada awal perdagangan hari ini.

[Gambas:Video CNN]



(bir/age)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK