Erick Thohir Tunjuk Dua Plt Usai Pecat Semua Direksi PT KFD

CNN Indonesia | Minggu, 16/05/2021 17:57 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Agus Chandra sebagai Plt Dirut Kimia Farma Diagnosta usai memecat direksi perusahaan itu terkait kasus alat antigen bekas. Erick Thohir menunjuk 2 pelaksana tugas gantikan direksi PT Kimia Farma Diagnostik yang baru dipecatnya karena kasus antigen bekas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk dua orang sebagai pelaksana tugas (Plt) di jajaran direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) untuk mengganti dua orang direksi perusahaan yang baru ia pecat sebagai buntut temuan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Penunjukan ini diketahui dari situsi resmi Laboratorium Klinik Kimia Farma, labkimiafarma.co.id.

Di laman manajemen pada Minggu (16/5), diketahui ada nama Agus Chandra yang menjabat sebagai Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika serta Abdul Azis sebagai Plt Direktur Keuangan, Umum, dan SDM PT Kimia Farma Diagnostika.


Sebelumnya, jabatan Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika dijabat oleh Adil Fadilah Bulqini. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Umum, dan SDM PT Kimia Farma Diagnostika dijabat oleh Ilham Sabariman.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, untuk mengonfirmasi perihal penunjukan dua orang sebagai Plt di jajaran direksi PT Kimia Farma Diagnostika ini. Namun, hingga berita diturunkan Arya belum memberikan responsnya.

Erick akhir pekan ini memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika. Pemecatan merupakan buntut dari kasus penggunaan alat antigen bekas yang ditemukan di Bandara Kualanamu pada beberapa waktu lalu.

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," ungkap Erick dalam keterangan resmi, Minggu (16/5).

[Gambas:Video CNN]

Surat pemecatan kepada seluruh direksi juga sudah dikeluarkan oleh Kementerian BUMN. Lebih lanjut, Erick menekankan kasus antigen bekas ini harus direspons dengan serius dan profesional.

Ia mengingatkan bahwa seluruh direksi BUMN terikat pada core value yang dicanangkan, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Sementara, apa yang terjadi di kasus antigen bekas justru bertentangan dengan core value tersebut.

"Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain," kata Erick.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK