Kasus Covid-19 di Singapura Bikin Rupiah Payah ke Rp14.288

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 16:11 WIB
Rupiah melemah 0,60 persen ke posisi Rp14.282 per dolar AS pada Senin (17/5) sore, karena kenaikan kasus covid-19 di Asia, terutama Singapura dan Taiwan. Rupiah melemah 0,60 persen ke posisi Rp14.282 per dolar AS pada Senin (17/5) sore, karena kenaikan kasus covid-19 di Asia, terutama Singapura dan Taiwan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.282 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (17/5) sore. Mata uang Garuda melemah 0,60 persen jika dibandingkan perdagangan Selasa (11/5) sore di level Rp14.197 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.284 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp14.203 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,27 persen, dolar Taiwan melemah 0,47 persen, won Korea Selatan melemah 0,55 persen, dan peso Filipina melemah 0,10 persen.


Kemudian, yuan China melemah 0,05 persen,ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,26 persen. Sebaliknya, rupee India menguat 0,13 persen dan yen Jepang menguat 0,09 persen.

Senada, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Australia melemah 0,14 persen dan franc Swiss melemah 0,03 persen. Hanya dolar Kanada yang terpantau menguat 0,06 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya kekhawatiran investor atas wabah covid-19 di beberapa negara Asia.

"Greenback didorong oleh penurunan harga komoditas dan wabah covid-19 di Singapura dan Taiwan, di mana terdapat 206 kasus baru, dengan kedua negara memperketat langkah-langkah pembatasan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan kasus covid-19 di Indonesia usai larangan mudik Lebaran. Meski secara angka kasus melandai, namun masuknya berbagai varian mutan patut diwaspadai.

"Minggu ini ada gelombang arus balik. Banyak yang khawatir jika masyarakat yang nekat mudik hanya akan menjadi super spreader. Ini bahaya. Jika berkaca pada India keteledoran harus dibayar dengan mahal. Singapura, Thailand sudah di lockdown selama 1 bulan ke depan, Malaysia di lakukan locdown antara kabupaten," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK