Pelonggaran Lockdown di Eropa Angkat Harga Minyak

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 07:41 WIB
Harga minyak dunia menguat lebih dari 1 persen akibat terodorong respons positif pasar atas pelonggaran lockdown di sejumlah negara di Eropa. Pelonggaran lockdown di sejumlah negara Eropa angkat harga minyak. Ilustrasi. (www.pertamina.com).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Senin (17/5) waktu Amerika Serikat (AS). Hal ini didorong oleh pembukaan kembali ekonomi Eropa dan peningkatan permintaan di AS.

Mengutip Antara, Selasa (18/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 75 sen atau 1,1 persen menjadi US$69,46 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 90 sen atau 1,4 persen menjadi US$66,27 per barel.

Pemerintah Inggris memutuskan untuk membuka kembali kegiatan ekonomi setelah lockdown selama empat bulan akibat pandemi covid-19. Selain itu, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Spanyol juga melonggarkan kebijakan lockdown mereka.


Prospek pertumbuhan ekonomi telah mendorong harga minyak beberapa pekan terakhir. Hal ini terjadi meski laju inflasi membuat banyak investor khawatir bahwa suku bunga akan naik.

"Tidak semua berita negatif tentang permintaan AS melihat perjalanan udara melonjak pada Minggu menjadi 1,8 juta, total tertinggi Maret 2020," ucap Analis Pasar Senior di Oanda Edward Moya.

United Airlines mengumumkan akan menambah 400 penerbangan setiap hari hingga Juli untuk tujuan Eropa. Pemesanan perjalanan musim panas melonjak 214 persen dari posisi 2020 lalu.

Namun, investor khawatir terhadap varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di India. Beberapa negara bagian di India menyatakan mereka akan memperpanjang lockdown untuk melawan pandemi.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah India melaporkan penjualan domestik bensin dan solar turun seperlima. Sementara, Singapura siap-siap untuk menutup sekolah pekan ini, sedangkan Jepang telah mengumumkan keadaan darurat.

"Pasar tampaknya terjebak antara mengamati peningkatan permintaan yang menggembirakan di AS dan Eropa, dan kelesuan dalam konsumsi karena melonjaknya covid-19 di Asia," kata Analis StoneX Kevin Solomon.

Sejumlah pabrik di China memperlambat pertumbuhan produksi mereka pada April dan penjualan ritel meleset dari ekspektasi. Namun, konsumsi minyak mentah di China naik 7,5 persen pada April, tapi tetap masih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK