AS Panik Beli Usai Jaringan Pipa Minyak Dibuka Kembali

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 09:21 WIB
Belasan negara bagian AS dilanda panik beli bahan bakar minyak usai serangan siber terhadap jaringan pipa minyak terbesar AS. Belasan negara bagian AS dilanda panik beli bahan bakar minyak usai serangan siber terhadap jaringan pipa minyak terbesar AS. Ilustrasi. (AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Belasan negara bagian Amerika Serikat (AS), mulai dari Florida hingga Virginia, dilanda panik beli atau panic buying bahan bakar minyak (BBM). Padahal, jaringan pipa minyak terbesar di AS sudah kembali dibuka pada Rabu (12/5), waktu setempat, setelah penutupan selama lima hari usai serangan siber.

Penutupan Colonial Pipeline mengakibatkan sejumlah pompa bensin di pantai timur AS tutup. Imbasnya, banyak konsumen menimbun pasokan minyak ketika insiden terjadi. Mereka berbondong-bondong ke pompa bensin membawa kaleng dan wadah lainnya untuk menimbun minyak.

Karenanya, Colonial Pipeline memperingatkan bahwa persediaan minyak baru akan kembali normal setelah beberapa hari.


Diketahui, serangan ransomware terhadap Colonial Pipeline pada Jumat (7/5) lalu, memaksa perusahaan untuk menutup seluruh jaringannya, menghambat pasokan di negara bagian timur.

Namun, jaringan pipa minyak terbesar di AS itu sudah kembali beroperasi pada Rabu (12/5). "Setelah memulai kembali, akan makan beberapa hari bagi rantai pasokan pengiriman produk untuk kembali normal," tulis perusahaan dilansir AFP, Kamis (13/5).

"Beberapa pasar yang dilayani oleh Colonial Pipeline kemungkinan mengalami gangguan layanan terputus-putus selama periode pengisian ulang pipa," lanjut pernyataan itu.

Colonial Pipeline sendiri mengirimkan bensin dan bahan bakar jet dari Pantai Teluk Texas ke pantai timur yang padat lewat saluran sepanjang 5.500 mil atau sekitar 8.850 kilometer. Perusahaan melayani 50 juta konsumen.

Karenanya, ketika serangan siber terjadi, yang diduga dilakukan oleh hacker Rusia, kepanikan pasar melanda sejumlah negara bagian AS.

Sekretaris Perhubungan Pete Buttigieg mengimbau konsumen tetap tenang. "Kami menyadari kekhawatiran yang ada di luar sana dan itulah mengapa kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk bertindak. Namun, menimbun pasokan tidak membuat segalanya menjadi lebih baik," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK