Bulog Punya 413 Ribu Ton Beras Potensi Turun Mutu di Gudang

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 00:38 WIB
Perum Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah menahun di gudang perusahaan, sehingga berpotensi turun mutu. Perum Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah menahun di gudang perusahaan, sehingga berpotensi turun mutu.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah menahun di gudang perusahaan, sehingga berpotensi turun mutu. Totalnya mencapai 413.856 ton sejak 2018 hingga 2019.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menuturkan mayoritas beras yang menahun tersebut berasal dari impor beras di 2018 sebesar 244.864 ton dan pengadaan dalam negeri pada 2018 sebesar 45.080 ton. Selain itu, stok CBP dari pengadaan dalam negeri di 2019 sebanyak 123.912 ton.

"Ada macam-macam, ada yang dua tahun, tiga tahun, dan ada yang hampir empat tahun," ujarnya dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Selasa (18/5).


Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar beras tersebut menjadi prioritas penyaluran melalui tiga strategi. Pertama, kebijakan penyaluran beras CBP dalam saluran tertentu pada mekanisme bantuan sosial sebagaimana hasil sidang kabinet pada 7 April 2021 lalu.

Kedua, penurunan harga CBP af gudang Bulog dalam program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga (KSPH) atau operasi pasar (OP). Ketiga, pelepasan stok dengan penjualan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Buwas, sapaan akrabnya mengatakan Perum Bulog sudah mengajukan penanganan beras menahun tersebut hingga dua kali dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas). Bahkan, ia menuturkan penanganan beras menahun tersebut sudah pernah disampaikan dalam sidang kabinet. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung agar beras menahun tersebut segera ditangani.

Bentuk penanganan yang diusulkan, lanjutnya, adalah penurunan harga dari Rp8.300 per kilogram (kg) menjadi Rp6.500 per kg dari gudang Bulog.

"Karena ini kan beras CBP, jadi selisihnya nanti kami tagih ke negara, tapi sampai sudah dua kali rapat memang belum ada keputusan untuk penanganan ini," ujarnya.

Menurutnya, beras yang menahun tersebut menimbulkan biaya perawatan yang lebih tinggi untuk mempertahankan mutu beras tetap terjaga. Ia mengatakan ketersediaan beras Bulog sebesar 1.395.376 ton per 17 Mei 2021. Terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.378.047 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 413.856 ton merupakan beras yang menahun tadi sejak 2018-2019.

Sedangkan sisanya, adalah beras komersial sebanyak 17.329 ton. "Namun, bukan berarti 413 ribu sama sekali tidak bisa dipakai, karena kami lakukan perawatan. Tapi, konsekuensi cost (biaya perawatan) tinggi," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK