Pendaftar Kartu Prakerja Tembus 62,79 Juta Orang

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 16:26 WIB
Kemenko Perekonomian mengungkap jumlah pendaftar program Kartu Prakerja mencapai 62 juta tahun ini, namun yang diterima hanya 2,73 juta peserta. Kemenko Perekonomian mengungkap jumlah pendaftar program Kartu Prakerja mencapai 62 juta tahun ini, namun yang diterima hanya 2,73 juta peserta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan jumlah pendaftar program Kartu Prakerja mencapai 62.790.238 orang pada tahun ini. Namun, dari jumlah pendaftar tersebut, hanya 2.730.356 yang diterima sebagai peserta Kartu Prakerja.

"Terkait Kartu Prakerja ini pendaftarnya sudah 62,79 juta orang mencakup 513 kabupaten/kota," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Halal bi Halal virtual pada Rabu (19/5).

Sementara itu, jumlah peserta yang telah menyelesaikan pelatihannya sebanyak 2.730.357 orang. Dari jumlah tersebut, pihak Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja telah memberikan insentif sebesar Rp4,09 triliun kepada 2.601.513 peserta.


Hingga semester I 2021, pemerintah menargetkan program ini menyasar 2,7 juta orang. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk enam bulan pertama pada 2021.

Airlangga menuturkan program Kartu Prakerja adalah semi bantuan sosial lantaran memberikan keterampilan sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 81,2 persen insentif dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, 88,9 persen peserta mengaku ketrampilannya meningkat usai mengikuti pelatihan.

"81 persen yang disurvei itu (insentif) dipakai untuk beli kebutuhan sehari-hari dan 94 persen digunakan untuk reskilling dan upskilling," imbuhnya.

Sementara itu, PMO belum membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 17. Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menuturkan Kartu Prakerja gelombang 17 akan memanfaatkan kuota dari peserta yang dicabut jatahnya dari gelombang-gelombang sebelumnya.

Pasalnya, para peserta tersebut membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari setelah ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja dan menerima insentif pelatihan.

"Jadi, teman-teman yang sekarang belum mendapatkan program Kartu Prakerja itu sabar, kami akan buka gelombang 17 yang akan memanfaatkan dari ini tadi, yang tidak dimanfaatkan (insentifnya)," ujarnya dalam dialog bertajuk Prakerja Sudah Sampai Mana?.

Sebelumnya, PMO telah membuka gelombang 16 pada Kamis (25/3) dan ditutup pada Minggu (28/3). Kuota pada gelombang 16 sebanyak 300 ribu orang, yang merupakan sisa dari total kuota sepanjang semester I 2021, yakni 2,7 juta peserta.

Sementara itu, PMO telah menjaring 2,4 juta peserta Kartu Prakerja sejak gelombang 12-15. Setiap gelombangnya, PMO memberikan kuota bagi 600 ribu peserta.

Diketahui, setiap peserta Kartu Prakerja mendapatkan insentif sebesar Rp3,55 juta.

Insentif itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk 3 kali survei atau Rp150 ribu.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK