BI Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen pada 2022

CNN Indonesia | Senin, 31/05/2021 20:27 WIB
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 5 persen-5,5 persen pada 2022 mendatang. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 5 persen-5,5 persen pada 2022 mendatang.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 5 persen-5,5 persen pada 2022 mendatang. Proyeksi itu sedikit lebih rendah dari proyeksi pemerintah yang berada pada kisaran 5,2 persen sampai 5,8 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjabarkan kalau optimisme pertumbuhan di kisaran 5 persen berasal dari keberlanjutan vaksin covid-19 dan meningkatnya konsumsi rumah tangga. Juga, ditopang oleh implementasi Undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja.

"Pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat mencapai 5 persen hingga 5,5 persen pada 2022, didukung oleh kenaikan ekspor karena perbaikan ekonomi global," ujarnya pada rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (31/5).


Sementara untuk tahun ini, Perry merevisi proyeksi BI menjadi 4,1 persen hingga 5,1 persen, dari proyeksi sebelumnya di kisaran 4,3 persen-5,3 persen. Dia menyebut revisi dibuat berdasarkan catatan konsumsi swasta yang tidak pulih secepat perkiraan pihaknya.

Dalam kesempatan sama, Perry juga memaparkan indikasi bahwa The Fed belum akan berhenti membeli obligasi AS (tappering off) pada 2021. Prediksi Perry, bank sentral AS baru akan angkat kaki pada tahun depan.

Bila The Fed bakal mengubah kebijakan dan melakukan pengetatan moneter, Perry menilai ada kemungkinan acuan suku bunga The Fed bakal naik pada 2022 nanti.

"Tahun depan kemungkinan The Fed bakal mengubah kebijakan moneter dan mengurangi intervensi likuiditas," imbuhnya.

Bakal berdampak pada kebijakan moneter dalam negeri, Perry mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Ia menyebut BI akan tetap mempertahankan suku bunga rendah hingga terjadi perbaikan inflasi.

"Suku bunga rendah akan kami pertahankan sampai terdapat indikasi awal perbaikan inflasi yang kemungkinan baru akan terjadi di awal tahun depan," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK