Rupiah Menguat ke Rp14.247 di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 16:11 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 0,05 persen ke Rp14.247 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/6) sore. Nilai tukar rupiah menguat 0,05 persen ke Rp14.247 per dolar AS pada perdagangan Kamis (10/6) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.247 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (10/6) sore. Posisi tersebut menguat 0,05 persen dibandingkan perdagangan Rabu (9/6) sore di level Rp14.255 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.240 per dolar AS, atau menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.262.

Sore ini, mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,06 persen, bath Thailand melemah 0,04 persen, yuan China menguat 0,18 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,05 persen.


Kemudian, won Korea Selatan melemah 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen dan rupee India melemah 0,19 persen. Hanya Yen Jepang dan dolar Taiwan yang menguat masing-masing 0,14 persen dan 0,22 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia melemah 0,09 persen, franc Swiss melemah 0,02 persen dan dolar Kanada menguat 0,07 persen. Sebaliknya Poundsterling Inggris menguat 0,25 persen.

Analisis Valbury Asia Future Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh harapan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di kuartal ini.

Hal ini juga dipengaruhi oleh membaiknya tingkat keyakinan konsumen Indonesia. "Masih melanjutkan sentimen positif dari harapan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan regional yang lebih tinggi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Kendati demikian penguatan rupiah masih dibayangi penantian pasar terhadap data penting AS, yaitu indeks Harga konsumen (IHK) AS periode Juni 2021 yang akan dirilis malam ini sekitar pukul 19.30 WIB.

Apabila IHK naik atau mengalami inflasi di atas perkiraan pasar, kondisi ini bisa memicu penguatan dolar AS, dan sebaliknya. "Dari dolar sentimennya masih akan melihat data inflasi malam ini," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK