Tol Serang-Panimbang Dapat Pinjaman Sindikasi Syariah Rp1,8 T

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 07:20 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk memimpin pembiayaan sindikasi syariah untuk proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Rp1,8 triliun dari total pembiayaan Rp4,45 triliun. PT Bank Syariah Indonesia Tbk memimpin pembiayaan sindikasi syariah untuk proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Rp1,8 triliun dari total pembiayaan Rp4,45 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Tol Serang-Panimbang mendapat pembiayaan sindikasi syariah senilai Rp1,8 triliun. Fasilitas pembiayaan itu diberikan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama PT SMI (UUS) Usaha Syariah, Bank Aceh, Bank Panin Dubai Syariah, BPD Sumatera Utara 

BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) dengan porsi pembiayaan yang terbentuk senilai Rp4,45 triliun terdiri dari porsi syariah Rp1,8 triliun dan porsi konvensional Rp2,65 triliun.

"BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air. Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena dilakukan dengan sistem Syariah," ujar Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Kusman Yandi dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.


Selain sebagai JMLA, BSI juga berperan sebagai Agen Fasilitas Syariah.

Pembiayaan itu digunakan oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) untuk pembangunan jalan tol senilai Rp8,5 triliun itu.

Tol Serang-Panimbang memiliki panjang ruas 83 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi. WSP akan mendukung pembangunan seksi 1 dan seksi 2 sepanjang 50 Km. Sementara, pemerintah akan membangun seksi 3 sepanjang 33 Km.

Jalan tol itu menghubungkan ruas tol Tangerang-Merak dengan lokasi pariwisata Tanjung Lesung. Pembangunan jalan tol tersebut diharapkan bisa mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Provinsi Banten.

Dengan pembiayaan sindikasi itu, BSI berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten melalui pertumbuhan ekonomi dan menghubungkan ekonomi wilayah di dalam provinsi Banten.

Pada sindikasi itu, akad yang digunakan adalah musyarakah mutanaqisah yaitu akad kerjasama antara dua pihak dalam kepemilikan aset dimana porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang disebabkan adanya pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya (hishshah).

Pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Hingga kuartal I 2021, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp46,97 triliun.

Lebih lanjut, pada paruh kedua tahun ini, BSI akan fokus pada beberapa sektor industri seperti infrastruktur, energi, agribisnis dan telekomunikasi terutama proyek-proyek KPBU sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK