Kemenkeu Tawarkan Surat Utang SBR010 dengan Kupon 5,1 Persen

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 12:55 WIB
Kemenkeu meluncurkan obligasi ritel (savings bond ritel/SBR) SBR010 dengan kupon 5,1 persen dan jangka waktu 2 tahun. Kemenkeu meluncurkan obligasi ritel (savings bond ritel/SBR) SBR010 dengan kupon 5,1 persen dan jangka waktu 2 tahun. Ilustrasi. (Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi meluncurkan surat utang ritel (savings bond ritel/SBR) seri SBR010. Masa penawaran dibuka sejak Senin (21/6) hingga 15 Juli 2021.

SBR010 dibuka dengan tingkat kupon 5,1 persen dengan skema kupon mengambang (floating with floor) yang berpotensi naik mengikuti acuan suku bunga Bank Indonesia (BI).

"Dengan fitur ini imbal hasil (yield) SBR dipatok minimal sebesar kupon saat penerbitan. Di sisi lain, investor berpotensi menerima imbal hasil yang lebih tinggi bila acuannya meningkat, yaitu BI-7 Day Reverse Repo Rate," jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirma pada peluncuran SBR010, Senin (21/6).


Obligasi ditawarkan dengan tenor 2 tahun dan dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp1 juta dan maksimal pemesanan senilai Rp3 miliar.

Dalam seri ini investor juga mendapat fasilitas early redemption atau pelunasan sebagian pokok obligasi sebelum jatuh tempo.

Namun, fasilitas ini hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap mitra distribusi dan jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50 persen dari total kepemilikan investor.

Luky menyebut nantinya seluruh dana terkumpul dari penjualan SBR010 akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2021 guna membantu pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19.

SBR010 dapat diberi lewat daring melalui 26 mitra distribusi yang ditetapkan pemerintah. Informasi lengkap registrasi hingga cara pembelian dapat diakses melalui situs web https://www.kemenkeu.go.id/single-page/savings-bond-ritel/.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK