1.099 Pegawai Garuda Setuju Pensiun Dini

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 19:49 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan ada 1.099 pegawainya yang mendaftar skema pensiun dini yang ditawarkan perusahaan. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan ada 1.099 pegawainya yang mendaftar skema pensiun dini yang ditawarkan perusahaan.(ANTARA FOTO/AMPELSA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengungkapkan ada 1.099 pegawainya yang mendaftar dan menyetujui skema pensiun dini yang ditawarkan perusahaan.

Sebelumnya, perusahaan menawarkan opsi pensiun dini untuk karyawan karena perlu menekan beban perusahaan lewat efisiensi.

"Ini program yang kami tawarkan dan sama sekali enggak punya intensi jahat dan ini mengikuti aturan UU Ketenagakerjaan. Sayangnya, dari ada 1.099 jumlah yang masuk, kami lihat jumlah pilot yang daftar tidak terlalu banyak," kata Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Senin (21/6).


Irfan mengatakan program pensiun dini ini dibuka selama sebulan atau hingga 19 Juni 2021 nanti. Rencananya, program akan dilakukan secara bertahap dan dirampungkan hingga akhir tahun ini.

Kendati sudah ramai karyawan yang mendaftarkan diri, namun Irfan mengaku perseroan belum memiliki cukup dana untuk memensiunkan seluruh yang mendaftar. Irfan menjamin selama Surat Keputusan (SK) pensiun dini para karyawan belum keluar, mereka tetap akan digaji dan menerima haknya sebagai karyawan.

"Eksekusi ini dilakukan sesuai dengan ketersediaan dana dan akan dilakukan bertahap," imbuhnya.

Irfan menambahkan bahwa program pensiun dini bukan satu-satunya efisiensi yang ditempuh perusahaan. Menurut dia, masih ada cara lain yang terus didiskusikan dengan para karyawan.

Efisiensi lainnya adalah menawarkan skema cuti di luar tanggungan khususnya bagi pekerja perempuan yang akan dan baru melahirkan. Selain itu, pihaknya juga akan menawarkan program serupa bagi karyawan Garuda yang sedang melanjutkan studi agar mereka bisa meninggalkan perusahaan untuk waktu tertentu.

"Jadi kami lagi cari cara offering memenuhi kebutuhan karyawan. Tapi kami tidak ada keinginan mendzolimi karyawan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK