Jokowi Bagikan 300 Ribu Paket Obat Gratis ke Pasien Covid

CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 10:44 WIB
Presiden Jokowi resmi membagikan 300 ribu paket obat dan vitamin gratis kepada penderita covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Presiden Jokowi resmi membagikan 300 ribu paket obat dan vitamin gratis kepada penderita covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).(Laily Rachev - Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membagikan 300 ribu paket obat dan vitamin gratis kepada penderita covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG) mulai hari ini, Kamis (15/7). Obat gratis akan didistribusikan ke daerah-daerah berisiko di Pulau Jawa dan Bali.

"Pemerintah terus bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan mulai hari ini," ungkap Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jokowi menjelaskan paket obat dan vitamin gratis ini terdiri dari tiga paket. Pertama, berisi vitamin untuk pasien covid-19 berstatus OTG.


Kedua, berisi vitamin dan obat untuk pasien covid-19 berstatus gejala ringan dengan keluhan panas dan kehilangan penciuman. Ketiga, berisi vitamin dan obat untuk pasien covid-19 berstatus gejala ringan dengan keluhan panas dan batuk kering.

Khusus untuk paket kedua dan ketiga, pemberiannya perlu konsultasi dan resep dokter. Calon penerima bisa melakukannya di puskesmas.

"Ketiga paket obat ini tidak diperjualbelikan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pasokan obat ini telah disiapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan diproduksi oleh para BUMN farmasi.

Sementara untuk pendistribusian akan dilakukan di bawah pimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Selain itu juga melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, puskesmas, babinsa, hingga pengurus RW.

"Saya minta agar dilakukan pengawasan ketat di lapangan agar program ini bisa maksimal untuk kurangi risiko covid-19 dan bantu pengobatan warga yang menderita covid. Saya minta program tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi covid di RS dan apotek," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK