Erick Thohir Gandeng RS Internasional Buka Cabang di RI

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 20:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim telah berhasil mengundang rumah sakit internasional untuk membuka cabang di RI. Namun, ia masih merahasiakan RS itu. Erick Thohir mengklaim telah berhasil mengundang rumah sakit internasional buka cabang di RI. ((ANTARA FOTO/INASGOC/Paramayuda).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meneken kerja sama dengan rumah sakit internasional untuk membuka cabang di Indonesia. Hal ini demi membangun ekosistem kesehatan di dalam negeri.

"Kami invite perusahaan-perusahaan, rumah sakit internasional untuk buka di Indonesia dan BUMN mendahului," ucap Menteri BUMN Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7).

Namun, Erick tak menjelaskan lebih lanjut identitas perusahaan dan rumah sakit swasta yang diajak kerja sama. Ia juga tak merinci kerja sama itu dilakukan oleh Kementerian BUMN atau lewat salah satu perusahaan pelat merah.


"Saya tidak bisa bicara kami sudah tanda tangan dengan siapa. Tapi nanti ada waktunya market akan melihat Indonesia bisa," terang Erick.

Selain informasi itu, ia mengatakan pihaknya juga telah membangun one stop health service di Bali. Menurutnya, Indonesia memiliki pangsa pasar cukup besar di sektor kesehatan.

"600 ribu masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk berobat, ratusan miliar di-spend, market ada. Ayo bangun ekosistem yang ada di Indonesia," ucapnya.

Tahun lalu, Erick mengatakan pemerintah melihat perlu membangun pusat kesehatan di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam dan luar negeri. Bagi masyarakat Indonesia, pusat kesehatan ini bisa memberikan layanan pemeriksaan hingga pelatihan perawat dan dokter dari dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

"Supaya meng-upgrade kita punya service atau kualitas daripada kesehatan. Kami harapkan di situ jadi training center untuk dokter dan perawat kita," kata Erick.

Pelatihan perawat dan dokter nantinya bisa menjadi solusi bagi penyerapan lulusan akademi keperawatan dan perguruan tinggi di dalam negeri. Di sisi lain, mereka yang sudah melangsungkan pelatihan di training center Bali akan dibukakan akses untuk memperoleh kesempatan kerja di Jepang.

Menurutnya, pasar Jepang dibidik karena mempunyai kebutuhan yang tinggi, namun tidak semuanya bisa dipenuhi sendiri. Maka dari itu, ini merupakan kesempatan agar pekerja Indonesia bisa memasuki pasar internasional.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK