Kemnaker Gelar Webinar untuk Cegah Efek Negatif Kerja Daring

Kementerian Ketenagakerjaan, CNN Indonesia | Selasa, 20/07/2021 16:38 WIB
Kemnaker menggelar webinar sebagai upaya peningkatan kerja dan inovasi, juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik dan psikis pegawai di tengah pandemi. Kemnaker menggelar webinar sebagai upaya peningkatan kerja dan inovasi, juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik dan psikis pegawai di tengah pandemi pada Senin (19/7). (Foto: Arsip Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia membuat penduduk harus melakukan perubahan hidup dengan beradaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk pada cara kerja yang semula konvensional menjadi serba daring.

Meski penggunaan teknologi informasi kini menjadi sebuah keniscayaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengingatkan bahwa pada saat bersamaan, tuntutan untuk terus produktif tidak mudah dicapai.

Di era daring, Anwar menyebut dibutuhkan kesiapan perencanaan kerja, sarana prasarana kerja, atau kesiapan para pelaksana dalam pemanfaatan teknologi informasi demi mendukung kelancaran pekerjaan.


KemnakerKemnaker menggelar webinar sebagai upaya peningkatan kerja dan inovasi, juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik dan psikis pegawai di tengah pandemi pada Senin (19/7). (Foto: Arsip Kemnaker)

"Oleh karena itu, kita dituntut untuk tidak hanya mampu bekerja secara produktif, tetapi juga dapat bekerja secara inovatif, khususnya dalam rangka memberikan pelayanan fungsi-fungsi ketenagakerjaan kepada masyarakat," ucap Anwar dalam webinar bertajuk Berdamai dengan Pandemi: Be Happy, Be Healthly, Keep Productivity yang digelar Kemnaker melalui Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan pada Senin (19/7).

Selain itu, Anwar juga menyebut bahwa dampak positif dan negatif pada perubahan cara kerja juga harus diperhatikan. Dampak positif itu misalnya, dapat berkumpul dalam satu forum secara real time untuk membahas topik secara virtual. Dari segi pelayanan fungsi ketenagakerjaan, pelayanan secara daring dapat menjangkau segmen yang lebih luas.

Namun, ada efek negatif yang mempengaruhi kesehatan fisik dan psikis, misalnya nyeri punggung karena terlalu lama duduk, sampai gangguan penglihatan atau iritasi mata. Secara psikis, seseorang yang mengalami gangguan mental akan cenderung lebih sensitif atau cepat lelah.

Anwar mengungkapkan, dirinya tak ingin para pegawai di lingkungan Kemnaker mengalami gangguan, baik fisik maupun psikis. Pasalnya, efek-efek negatif itu dapat menjadi penyakit di kemudian hari.

"Hal ini tentunya dapat menghambat pelayanan ketenagakerjaan yang harus kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, bahkan parahnya lagi pelayanan ketenagakerjaan tidak dapat terselenggara dengan baik," ucapnya.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagakerjaan Kemnaker Helmiaty Basri memaparkan, webinar tersebut diinisiasi sebagai upaya peningkatan kerja dan inovasi, sekaligus memberi informasi terkait kebugaran jasmani, serta pengelolaan emosi pegawai saat bekerja dari rumah. Sehingga, pegawai di lingkungan Kemnaker tetap sehat dan bahagia.

Webinar yang diikuti 1164 peserta dari 33 provinsi di Indonesia itu bertujuan untuk menjaga kinerja dan kebugaran, serta mengelola emosi Aparatur Sipil Negara (ASN) Ketenagakerjaan di tengah pandemi Covid-19.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, materi webinar ada dua pokok bahasan, yaitu tetap bugar saat pandemi dan menjaga kesehatan saat sering online meeting," ujar Helmiaty.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK