Pemerintah Bakal Beli Laptop dari 6 Produsen Lokal Tahun Ini

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 18:45 WIB
Pemerintah menyatakan 6 produsen laptop lokal yang memiliki TKDN lebih dari 25 persen telah menyanggupi pemenuhan pengadaan tahun ini. Pemerintah menyatakan 6 produsen laptop lokal yang memiliki TKDN lebih dari 25 persen telah menyanggupi pemenuhan pengadaan tahun ini. Ilustrasi. (Picjumbo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan memenuhi kebutuhan pengadaan laptop tahun ini dari dalam negeri. Sebanyak 6 produsen laptop lokal yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 25 persen disebut telah menyanggupi pemenuhan pengadaan tahun ini.

Hal itu diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada sektor pendidikan, Kamis (22/7).

Namun, ia tak merinci keenam produsen laptop lokal yang dimaksud.


Luhut menerangkan kesiapan produksi laptop dalam negeri yakni 351 ribu unit pada September 2021 dan 718.100 unit pada November 2021 mendatang. Untuk mencapai target penggunaan produk dalam negeri, Luhut mendorong pemerintah daerah membeli produk tersebut.

"Pemda berkewajiban untuk mengalokasikan DAK fisik untuk membeli produk dalam negeri dan membelanjakan laptop 100 persen produk dalam negeri," ujar Luhut.

Tahun ini, sambung Luhut, total kebutuhan laptop pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencapai 431.730 unit senilai Rp3,7 triliun.

Pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp1,3 triliun untuk 189.165 unit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp2,4 triliun untuk 242.565 unit.

"Saat ini telah dilakukan penandatanganan kontrak atas penggunaan produk dalam negeri senilai Rp1,1 triliun," imbuh Luhut.

Pemerintah sendiri mengalokasikan Rp17,42 triliun untuk untuk belanja produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada bidang pendidikan hingga 2024. Dana itu bakal dibelanjakan laptop, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor, dan speaker aktif.

Nantinya, pengadaan barang TIK itu bersumber dari produk dalam negeri. Pasalnya, produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan masih rendah dibandingkan produk impor.

"Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024," jelasnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan laptop impor mendominasi pangsa pasar Indonesia yakni 95 persen dari total permintaan rata-rata 3 juta unit per tahun. Sisanya 5 persen adalah produk laptop buatan dalam negeri.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian, nilai impor laptop setiap tahunnya rata-rata mencapai US$1 miliar, atau setara Rp14,49 triliun (mengacu kurs Rp14.494 per dolar AS). Laptop menjadi produk impor dengan nilai paling besar pada kelompok elektronika.

"Demand (permintaan) produk laptop di Indonesia sebesar 3 juta unit per tahun dengan market share produk impor masih 95 persen dan baru 5 persen untuk produk laptop dalam negeri," kata Agus dalam kesempatan yang sama.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK