REKOMENDASI SAHAM

Deretan Saham Berkilau di Tengah Semarak Rilis Lapkeu Emiten

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 06:57 WIB
Analis memperkirakan sejumlah saham akan bersinar di tengah semarak rilis laporan keuangan emiten. Berikut rinciannya. Analis memperkirakan saham sektor perbankan dan tambang akan bersinar di tengah semarak rilis data emiten. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,52 persen ke 6.070 pada pekan lalu. Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp1,04 triliun pada periode sama.

Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menyebut meski pasar modal masih dihantui banyak sentimen negatif, namun pekan ini ada 'obat kuat' yang bisa meredam tekanan itu; rilis laporan keuangan emiten kuartal II atau semester I 2021.

Karena itu, dia memproyeksikan perdagangan pekan ini cenderung menguat. Namun, ia menyebut penguatan bersifat jangka pendek.


Meski hanya bersifat sementara, namun ia menyarankan investor untuk memanfaatkan momen tersebut. Ia mengatakan di tengah tekanan pandemi yang menggerus kinerja perusahaan, investor bakal kian jeli mencari emiten yang tetap mencetak laba.

Salah satu sektor yang menarik ialah perbankan. Lucky merekomendasikan tiga saham Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI.

BMRI pada semester I lalu mencetak laba Rp12,5 triliun atau meroket 21,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba BMRI ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga.

Sedangkan, BBNI dan BBRI hingga saat ini belum merilis laporan keuangan perseroan. Lucky memproyeksikan kedua emiten juga bakal mencetak kinerja apik berkat pendapatan bunga untuk periode sama.

[Gambas:Video CNN]

Ia menargetkan BMRI di level 6.099, BBNI di level 5.115, dan BBRI di posisi 3.967.

Selain Himbara, Lucky juga merekomendasikan saham PT BCA Tbk (BBCA). Selain karena kinerja yang cemerlang, ia menilai rencana stock split perusahaan akan membuat emiten menjadi lebih menarik.

BBCA menyatakan bakal melakukan aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 alias 1 saham lama menjadi 5 saham baru. Dengan rata-rata harga saham Rp30 ribu, maka diperkirakan harga baru BBCA akan turun menjadi kisaran Rp6.000 per saham.

Nilai nominal per unit BBCA saat ini sebesar Rp62,5 dan nilai setelah stock split menjadi Rp12,5 per saham.

Direktur Utama BBCA Jahja Setiaatmadja menyebut aksi korporasi dilakukan guna membuat saham lebih terjangkau, khususnya untuk investor ritel muda. Rencananya, stock split akan dibahas pada RUPSLB pada 23 September mendatang. Bila disetujui, stock split akan dilakukan pada Oktober 2021 nanti.

"Stock split adalah momen menarik karena otomatis menyebabkan harga saham lebih terjangkau. Namun, perlu diperhatikan volatilitas saham jelang stock split," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/8).

Selain perbankan, ia menyebut sektor pertambangan juga menarik untuk dikoleksi karena tengah menguatnya harga komoditas.

Di sektor ini, ia merekomendasikan saham PT Bukti Asam (Persero) Tbk atau PTBA dengan target 2.386, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target 18.137, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target 1.428, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM dengan target 2.696.

"Pekan ini tantangannya adalah dolar AS cenderung menguat terhadap rupiah," tambahnya.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut indeks rawan melemah sepanjang belum mampu menembus level resistance di 6.166.

Dia memproyeksikan pekan ini IHSG masih akan bergerak terbatas (sideways) menguji rentang area 6.015-6.140. Herditya mengingatkan untuk mewaspadai bila indeks turun ke area support di 5.947.

Pada pekan ini, pergerakan indeks bakal diwarnai oleh rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II 2021. Juga, pengumuman nasib perpanjangan atau pelonggaran PPKM yang akan diumumkan hari ini (2/8).

"Kami cermati untuk pelaksanaan PSBB atau PPKM terdahulu, pergerakan IHSG cenderung menguat terhadap kebijakan ini. Namun demikian, para pelaku pasar tetap harus mencermati level support IHSG," bebernya.

Dia merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati sektor telekomunikasi dengan saham pilihan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan target di kisaran 2.800-2.850 dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM dengan target di 3.310-3.400.

Kemudian, sektor pertambangan batubara, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan target di 1.440-1.560 dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan target 330-340.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK