Bio Farma Akui Stok Vaksin Tak Cukup Penuhi Target Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 06:40 WIB
Bio Farma mengakui pasokan vaksin covid-19 tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari Presiden Joko Widodo. Bio Farma mengakui pasokan vaksin covid-19 tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).(Tangkapan Layar youtube BIOFARMA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyatakan pihaknya sudah mendistribusikan sekitar 95 juta dosis vaksin covid-19 siap pakai. Dia mengakui pasokan dari Bio Farma tersebut tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sampai hari ini kami sudah mendistribusikan lebih dari 95 juta dosis, memang kalau menurut arahan Presiden ingin meningkatkan kecepatan vaksinasi per hari menuju 2 atau sampai 3 juta per hari memang jauh dari cukup," paparnya pada acara MUI bertajuk Komitmen Bersama Gerakan Nasional Majelis Ulama Indonesia, Selasa (3/8).

Kendati begitu, ia menyebut untuk kecepatan vaksinasi saat ini ada di kisaran 1 juta dosis per hari dan pasokan masih mencukupi. Honesti mengatakan bahwa kecepatan produksi dan distribusi vaksin akan ditingkatkan seiring dengan percepatan vaksinasi covid-19.


Selain vaksin produksi Bio Farma, ia menambahkan pasokan juga dipenuhi dari impor vaksin jadi dan vaksin hibah dari WHO atau negara sahabat.

"Alhamdulilah vaksin tidak hanya kami produksi dari Bio Farma tapi juga ada perjanjian jual beli impor dan hibah dari WHO atau dari negara sahabat," ujarnya.

Pada kesempatan sama, dia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk secepat mungkin mendapat vaksinasi. Menurut Honesti, sebanyak 80 persen dari pasien covid-19 yang dirawat di RS merupakan mereka yang belum divaksinasi.

Sisanya, kata dia, adalah mereka yang belum lengkap vaksinnya atau sudah dulu terpapar sebelum divaksin namun tidak terdeteksi di awal.

Honesti kemudian menyinggung soal perdebatan masyarakat terkait merek vaksin paling bagus. Menanggapi hal tersebut, Honesti menyebut vaksin terbaik adalah vaksin yang paling cepat bisa didapatkan.

"Vaksin terbaik adalah Anda cepat-cepat divaksin," tutupnya.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan Kementerian Kesehatan harus bisa menyuntikkan 2 juta dosis vaksin covid-19 per hari mulai Agustus. Target dinaikkan bertahap menjadi 3 juta per hari pada November mendatang.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK