Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Langsung Melesat 25 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 06/08/2021 09:30 WIB
Bukalapak resmi melantai di bursa saham Indonesia Jumat (6/8) ini. Sesaat setelah IPO, saham mereka langsung melesat 25 persen level Rp1.060 per saham. Saham Bukalapak langsung melesat 25 persen sesaat setelah IPO. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bukalapak.com (Tbk) atau BUKA resmi menawarkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada Jumat (6/8) ini. Hanya beberapa saat setelah IPO, Saham Bukalapak langsung melesat 25 persen bertengger ke level Rp1.060 per saham.

Mengutip RTIInfokom, asing terpantau melepas kepemilikan senilai Rp132,28 miliar. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan BUKA menjadi perusahaan dengan minat investor terbanyak, tercatat sekitar 96 ribu investor berpartisipasi pada IPO perseroan.

"Pencatatan perdana saham ini menoreh prestasi karena perseroan merupakan perusahaan unicorn pertama di BEI, bahkan di bursa kawasan Asia Tenggara," katanya pada peresmian BUKA secara daring, Jumat (6/8).


Direktur Utama BUKA Rachmat Kaimuddin menyatakan dana terhimpun akan digunakan sebagai modal kerja BUKA dan anak-anak usahanya guna melakukan investasi di beragam produk dan layanan untuk meningkatkan kinerja, profitabilitas, serta keberlangsungan.

"Kami akan terus berusaha untuk menyediakan layanan yang lengkap bagi underserved segmen terutama yang berada di luar kota-kota besar dan yang masih tertinggal dalam mengadopsi teknologi," papar dia.

Sebelumnya, Bukalapak telah menyelesaikan proses penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow dari tanggal 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum dari tanggal 27-30 Juli 2021. Tercatat jumlah pemesanan mencapai sekitar Rp4,8 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Bukalapak telah menambah porsi jatah (pooling allotment) investor retail dari semula 2.5 persen ke 5 persen dari total pemesanan yang tersedia.

Oleh karena itu, nilai dari saham yang dialokasikan untuk porsi bagi investor retail naik dari yang sebelumnya Rp547,5 miliar menjadi sekitar Rp1,1 triliun.



(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK