Di Semarang, Menaker Kayuh Sepeda Temui Penerima BSU

Kemnaker | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Sep 2021 15:07 WIB
Bersama rombongan Kementerian Ketenagakerjaan, Menaker Ida Fauziyah mengayuh sepeda menemui beberapa pekerja penerima BSU di Semarang, Sabtu (4/9). Bersama rombongan Kementerian Ketenagakerjaan, Menaker Ida Fauziyah mengayuh sepeda menemui beberapa pekerja penerima BSU di Semarang, Sabtu (4/9). (Foto: Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memilih cara berbeda untuk menemui calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021 di Semarang, Jawa Tengah. Bersama rombongan Kementerian Ketenagakerjaan, Ida mengayuh sepeda di kawasan Kauman, Semarang, pada Sabtu (4/9) menuju Toko Roti Rapi.

Ada empat orang pekerja sektor UMKM di toko roti tersebut yang dinyatakan berhak menerima BSU. Sebanyak 17 pekerja toko lainnya pun telah menerima penyaluran BSU tahap I melalui Bank BRI.

"Saya bersepeda ke sini untuk menemui empat calon penerima BSU melalui proses buka rekening kolektif (burekol) karena mereka tidak memiliki rekening Himbara," kata Ida.


KemnakerBersama rombongan Kementerian Ketenagakerjaan, Menaker Ida Fauziyah mengayuh sepeda menemui beberapa pekerja penerima BSU di Semarang, Sabtu (4/9). (Foto: Kemnaker)

Dari Toko Roti Rapi, Ida melanjutkan bersepeda santai ke rumah kos perempuan pekerja Hotel Gumaya yang menerima BSU tahap I juga melalui Bank BRI. Sebanyak 180 dari 215 orang pekerja Hotel Gumaya telah menerima BSU tahap I dan II melalui bank yang sama.

"Kami berharap program BSU pemerintah ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujar Ida.

Salah satu pekerja di divisi Food & Beverage Hotel Gumaya, Fifi Setiyaningsih mengaku BSU yang diperolehnya sangat membantu dan akan digunakan untuk mendukung perekonomian keluargan. Sementara, Nur Khomsiyah menyebut akan menggunakan BSU untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Sementara Kadisnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari menambahkan, pemerintah telah menyalurkan BSU tahap I, II dan III ke 653.059 rekening, terdiri dari 457.234 rekening Himbara dan 195.825 nonHimbara yang dibuatkan oleh pemerintah.

"Diharapkan BSU tersebut, dapat membantu pekerja terdampak Covid-19 dalam meningkatkan daya beli terkait rumah tangga," kata Sakina.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER