PPKM Diperpanjang, Pemerintah Uji Coba Buka 20 Tempat Wisata

CNN Indonesia
Senin, 06 Sep 2021 19:08 WIB
Pemerintah akan menguji coba pembukaan 20 tempat wisata yang sempat ditutup pada masa pemberlakuan PPKM. Itu dilakukan di daerah dengan status PPKM level 3. Pemerintah akan menguji coba pembukaan 20 tempat wisata yang sempat ditutup pada masa pemberlakuan PPKM. Itu dilakukan di daerah dengan status PPKM level 3. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan pemerintah akan mulai membuka tempat wisata di daerah dengan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Untuk melaksanakan rencana itu, pemerintah akan menggelar uji coba di 20 tempat wisata. Itu dilakukan setelah pemerintah menilai laju penularan covid di dalam negeri menurun sesuai harapan belakangan ini.

"Seiring dengan sitausi covid yang makin baik, akan dilakukan uji coba 20 tempat wisata di kota dengan level 3 dengan penerapan prokes ketat dan implementasi platform PeduliLindungi," katanya Senin (6/9) sore.

Namun, ia tak merincikan wilayah mana saja yang masuk dalam 20 tempat wisata tersebut. Selain kebijakan itu, pemerintah juga melonggarkan ketentuan makan di tempat (dine in) di restoran mal dari semula maksimal 30 menit menjadi 60 menit.

Restoran di dalam mal juga diperbolehkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen. Sama dengan uji coba tempat wisata, masyarakat juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk dine in dalam restoran.

"Ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode 7 September-13 September. Pertama, penyesuaian waktu makan (dine in) dalam mal menjadi 60 menit dengan kapasitas 50 persen," beber Luhut.

Selain itu, ia menyebut pemerintah pusat sedang melakukan uji coba protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi di mal di Bali dengan batasan tertentu.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER