Bank of China Diminta Setop Danai Proyek Batu Bara

CNN Indonesia | Selasa, 14/09/2021 18:27 WIB
Kelompok 13 negara di Asia, Afrika dan Eropa meminta Bank of China (BoC) mengakhiri pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri. Kelompok 13 negara di Asia, Afrika dan Eropa meminta Bank of China (BoC) mengakhiri pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok 13 negara di Asia, Afrika dan Eropa meminta Bank of China (BoC), investor global terbesar di pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mengakhiri pembiayaan mereka atas proyek-proyek semacam itu di luar daratan China. Hal ini dilakukan mendukung energi bersih dan terbarukan.

Dikutip dari Antara, mereka mengecam China karena mendanai pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, terutama sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/ BRI).

Sementara China telah mengatakan bahwa mereka akan menghormati hak masyarakat lokal untuk memutuskan jenis energi apa yang mereka butuhkan. Surat tersebut yang telah ditandatangani oleh organisasi dari beberapa negara BRI.


Surat tersebut menunjukkan penentangan yang meningkat terhadap batu bara bahkan di negara-negara berkembang.

Total pembiayaan luar negeri Bank of China untuk proyek pembangkit listrik berbasis batu bara sejak perjanjian iklim Paris pada 2015 mencapai lebih dari US$35 miliar. Pembiayaan itu paling banyak dibanding investor manapun secara global, dan tidak sesuai dengan ambisi perubahan iklim China.

Dikatakan lebih dari 130 lembaga keuangan telah memutuskan untuk membatasi investasi bahan bakar fosil, dan mendesak Bank of China untuk mengikutinya.

Bank of China menolak mengomentari surat itu. Presidennya Liu Jin mengatakan pada akhir Agustus bahwa bank akan secara bertahap mengurangi bagian dari total kredit yang diberikan untuk proyek-proyek batu bara selama periode 2021-2025, tetapi juga akan mengeluarkan lebih banyak pinjaman untuk peningkatan teknis di sektor ini.

Direktur Eksekutif Market Forces Julien Vincent mengatakan lusinan pembangkit listrik tenaga batu bara di seluruh dunia tidak akan berjalan tanpa dukungan bank. Market Forces merupakan organisasi Australia yang berkampanye menentang pembiayaan bahan bakar fosil, 

"Narasi tentang batu bara dari para pemimpin bisnis dan keuangan China jelas berubah, tetapi yang benar-benar penting adalah tindakan," katanya.

Lembaga keuangan China secara bertahap telah beralih dari batu bara. Industrial and Commercial Bank of China, bank terbesar di dunia berdasarkan aset, telah berjanji untuk menyusun peta jalan untuk menarik diri dari batu bara.

Dalam rekomendasi yang diterbitkan pekan lalu, sebuah badan penasihat pemerintah juga meminta China untuk membatasi dan secara bertahap menghentikan penggunaan dana publik dalam investasi pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, dan mendorong bank-bank pemerintah untuk membuat komitmen serupa.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK