Dukung UMKM, Kemendag Luncurkan BBI dan BWI #PelangiSulawesi

Kemendag, CNN Indonesia | Selasa, 14/09/2021 14:46 WIB
Kemendag menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia bertema Dari Sulawesi Menuju Mancanegara, dengan tagar #PelangiSulawesi. Kemendag menggelar Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia bertema Dari Sulawesi Menuju Mancanegara, dengan tagar #PelangiSulawesi. (Foto: Kemendag)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia yang kali ini mengambil tema Dari Sulawesi Menuju Mancanegara, dengan tagar #PelangiSulawesi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengajak kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga seluruh masyarakat untuk mendukung kampanye Gernas BBI yang mengangkat potensi produk artisan dan wisata di Sulawesi, khususnya Likupang, Sulawesi Utara, sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas.

Lutfi berharap, status sebagai destinasi wisata super prioritas itu dapat menghasilkan banyak UMKM yang berorientasi pada ranah digital.


"Kampanye Gernas BBI dan BWI #PelangiSulawesi merupakan upaya memperluas cakupan pasar dan meningkatkan kualitas, serta daya saing produk artisan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi," kata Lutfi.

Sebagai bentuk dukungan, Kemendag akan membangun pusat kuliner dan cendera mata di kawasan Likupang. Menurut Lutfi, hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar Likupang dimajukan dan taraf perekonomian masyarakat setempat dimajukan.

Dia menambahkan, Sulawesi telah lama dikenal akan potensi sumber daya alam. Selain itu, Sulawesi juga memiliki sejarah perdagangan yang cukup panjang.

"Masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan, juga terkenal atas keberhasilannya membangun jaringan perdagangan ke seluruh wilayah Nusantara dan mancanegara. Semangat dan kegigihan berdagang masyarakat Sulawesi inilah yang patut kita tiru dan menjadi inspirasi," ujar Lutfi.

Lebih lanjut, Lutfi menyatakan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Angkasa Pura, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Indonesian E-Commerce Association (idEA), Bank BNI, dan Mahaka Group dalam kolaborasi mendukung Gernas BBI #PelangiSulawesi.

"Ke depan, kami terus mengharapkan dukungan dan partisipasi penuh dari kita semua untuk menjadi pahlawan di negeri sendiri dengan membeli dan memakai produk buatan Indonesia. Kita harus bangga buatan Indonesia," katanya.

Sementara, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan penghargaan terhadap kerja sama pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mendukung produk-produk lokal melalui digitalisasi UMKM.

"Bank Indonesia senantiasa mendukung langkah yang dilakukan Kementerian Perdagangan menggiatkan Gernas BBI dan BWI. Bank Indonesia ikut berpartisipasi mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui digitalisasi sistem pembayaran," kata Perry.

Kegiatan ini juga didukung oleh Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan bahwa UMKM berperan besar dalam menunjang perekonomian nasional. Dia ingin agar pelaku UMKM Sulut dapat naik kelas dengan masuk ke dalam ekosistem digital, sehingga Sulut akan memberi kontribusi signifikan mencapai target Gernas BBI dan BWI.

UMKM Bertransformasi Menuju Digital

Lutfi mengungkapkan, penyelenggaraan kampanye Gernas BBI bertujuan meningkatkan jumlah UMKM yang berorientasi di platform digital. Hingga pertengahan Agustus 2021, sudah lebih dari 15 juta UMKM, atau 22 persen dari total UMKM seluruh Indonesia yang berpindah ke platform perdagangan elektronik.

Dari 15 juta UMKM itu, lebih dari 7 juta di antaranya merupakan hasil onboarding selama masa kampanye Gernas BBI yang diluncurkan sejak Mei 2020.

"Kami optimistis target 30 juta UMKM on boarding di platform e-commerce akan tercapai jika melihat perkembangan yang terus meningkat saat ini. Perkembangan positif ini kami harap dapat memicu kinerja sektor perdagangan dan membantu pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Dia menjelaskan, kolaborasi dan inovasi merupakan dua kunci utama percepatan proses transformasi digitalisasi UMKM. Melalui kedua hal itu, didukung dengan regulasi yang baik, penga­daan pelatihan dan pembinaan transformasi digital yang komprehensif, serta akses pem­biayaan yang inklusif, UMKM Indonesia dapat tumbuh dan berkontribusi lebih terhadap ekonomi nasional.

"Kolaborasi yang sinergis dari seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, asosiasi, dan perbankan dapat membantu mewujudkan UMKM nasional yang tangguh, cakap, dan berdaya saing di pasar global. Selanjutnya adalah inovasi. Para UMKM Indonesia harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital," tuturnya.

Menurut Lutfi, sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Indonesia berpotensi besar menjadi pemain kunci dalam ekonomi digital di kawasan ASEAN dan dunia. Dia meminta agar para pelaku UMKM meningkatkan kemampuan membaca dan menganalisis tren pasar, termasuk jeli melihat peluang di dalam dan luar negeri, serta terus membuat terobosan produk dan teknologi baru.

"Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp632 triliun dan diproyeksikan akan tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030 menjadi Rp4.531 triliun apabila kita bisa mengoptimalkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata. Hal itu akan terwujud jika kita dapat menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan disertai dukungan regulasi yang komprehensif," paparnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga aktif mendorong UMKM untuk terus berinovasi. Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengungkapkan, dorongan tersebut merupakan bagian komitmen dan konsistensi semua pihak guna mengembangkan produk lokal secara optimal melalui Gernas BBI dan BWI.

"Mari kita saling mendukung dan bersinergi untuk menjaga keberlangsungan UMKM di tengah pandemi Covid-19. Kita ajak seluruh masyarakat untuk mencintai produk-produk buatan Indonesia dan berwisata daerah," kata Olly.

Pada triwulan kedua 2021, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen year in year (yoy), dengan pertumbuhan kinerja sektor perdagangan mencapai 9,44 persen. Sementara, transaksi niaga elektronik pada semester I 2021 tumbuh signifikan, senilai Rp186,7 triliun atau 63,4 persen, dan diperkirakan akan mencapai Rp395 triliun hingga akhir 2021.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK