Rekor Surplus Dagang RI Angkat Rupiah ke Rp14.242

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 16:05 WIB
Rupiah menguat 0,04 persen ke Rp14.242 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (15/9) ini akibat tertopang data neraca perdagangan Agustus yang surplus. Rupiah menguat 0,04 persen ke Rp14.242 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (15/9) ini akibat tertopang data neraca perdagangan Agustus yang surplus. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.242 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (15/9) ini.  Posisi ini menguat 5 poin atau 0,04 persen dari Rp14.247 per dolar AS pada Selasa (14/9).

Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.252 per dolar AS atau menguat dari Rp14.257 per dolar AS pada Selasa kemarin.

Rupiah menguat bersama peso Filipina 0,25 persen, baht Thailand 0,24 persen, yen Jepang 0,22 persen, dolar Singapura 0,17 persen, ringgit Malaysia 0,07 persen, rupee India 0,05 persen, yuan China 0,04 persen, dan won Korea Selatan 0,02 persen. Hanya dolar Hong Kong yang melemah 0,01 persen.


Mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Rubel Rusia menguat 0,3 persen, poundsterling Inggris 0,18 persen, franc Swiss 0,16 persen, euro Eropa 0,13 persen, dolar Kanada 0,1 persen, dan dolar Australia 0,07 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah terjadi berkat rilis data surplus neraca dagang Indonesia yang mencapai US$4,74 miliar pada Agustus 2021. Realisasi itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah tanah air.

"Surplus terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibanding impor," kata Ibrahim.

Selain itu, juga dipengaruhi oleh rilis utang luar negeri (ULN) Indonesia yang tumbuh tipis 1,7 persen menjadi US$415,7 miliar pada Juli 2021. Sementara dari global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh dolar AS usai rilis data inflasi.

"Investor mencerna bahwa kenaikan inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan justru menambah ketidakpastian atas jadwal The Federal Reserve untuk memulai pengurangan aset," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK