Kinerja Membaik, PTPN Cetak Laba Rp1,5 T pada Semester I 2021

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 16:55 WIB
Kinerja PTPN III membaik dari sisi operasional dan finansial hingga Juni 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja PTPN III membaik dari sisi operasional dan finansial hingga Juni 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kinerja PT Perkebunan Nusantaran III (PTPN III) membaik pada semester I 2021. Perusahaan mencetak laba bersih Rp1,5 triliun, berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang minus Rp1,1 triliun.

"Sampai dengan Juni 2021 kinerja PTPN jauh melampaui tahun lalu, baik dari sisi operasional dan sisi finansial," ujar Direktur Utama PTPN III Muhammad Abdul Ghani dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Senin (20/9).

Selama paruh pertama tahun ini, induk holding perusahaan perkebunan milik negara ini mencatat penjualan Rp21,3 triliun atau melonjak 37 persen secara tahunan.


Dari sisi produktivitas, berbagai komoditas yang dikelola perusahaan mencatatkan kenaikan. Produktivitas kelapa sawit meningkat 112 persen menjadi 9,87 ton per hektar. Kemudian, produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) mencapai 1,27 juta ton.

Ghani mengatakan kelapa sawit memiliki andil penting terhadap keuntungan yang diterima perusahaan pada semester lalu. Ia turut mengklaim hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Selanjutnya, produksi komoditas tebu juga naik hingga 73,3 ton per hektar. Untuk produk turunan tebu seperti gula dan tetes menanjak masing-masing sebesar 0,27 juta ton dan 0,11 ton. Pada akhir tahun ini, perusahaan menargetkan untuk memproduksi gula hingga 800 ribu ton.

Ia menambahkan komoditas kopi sangatlah menjanjikan. Oleh karena itu, perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan produktivitas kopi agar dapat memberikan laba yang berkelanjutan.

Sementara itu, produksi komoditas karet justru turun karena pergeseran musim dan varietas penyakit. Ia mengatakan lahan perkebunan karet akan dikonversi di berbagai wilayah di Indonesia.

"Ke depan karet akan kami kurangi. Utamanya di Sumatera Utara dikonversikan menjadi kelapa sawit dan Sumatera bagian selatan akan dikonversikan menjadi tebu, untuk memperkuat landasan tebu untuk produksi gula nasional," ujar Ghani.

Lebih lanjut, komoditas teh masih merugi selama 20 tahun terakhir. Untuk itu, perusahaan akan mencarikan model bisnis terbaru bagi komoditas ini.

[Gambas:Video CNN]



(fry/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK