Erick Lapor Jokowi: Ada Potensi Temuan Migas 204 Juta Barel

sfr, CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 12:37 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan ke Presiden Jokowi soal potensi temuan migas PT Pertamina (Persero) sebesar 204 juta barel. Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan ke Presiden Jokowi soal potensi temuan migas PT Pertamina (Persero) sebesar 204 juta barel. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa PT Pertamina (Persero) berhasil menemukan potensi sumber minyak dan gas (migas) baru mencapai 204,7 juta barel belum lama ini. Temuan ini bisa menambah cadangan migas nasional.

"Di hulu sendiri, kemarin ada potensi temuan baru, gas dan minyak, yaitu 204 juta barel. Ini sangat menggembirakan di kala kita terus menurun daripada produksi nasional kita," ujar Erick kepada Jokowi di tengah peresmian pabrik baja PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Selasa (21/9).

Erick mengatakan temuan ini sekaligus menambah potensi bisnis bagi perusahaan minyak raksasa nasional itu. Apalagi, Pertamina tengah menargetkan peningkatan hasil penjualan dan keuntungan dari migas sampai 2024.


"Fondasinya kami jaga supaya di 2024, kami bisa punya penjualan US$92 miliar dan keuntungan US$8 miliar, sehingga valuasinya bisa US$100 miliar," katanya.

Erick melanjutkan valuasi US$100 miliar ini diperlukan agar Pertamina dapat meningkatkan posisi di dalam daftar Fortune Global 500. Daftar ini berisi perusahaan-perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia.

Saat ini, Pertamina sudah masuk dalam daftar tersebut dengan menduduki peringkat ke-287. BUMN migas itu berhasil masuk Fortune Global 500 karena memiliki nilai pendapatan sebesar US$41,47 miliar per akhir 2020.

Sementara nilai labanya sekitar US$1,05 miliar pada periode yang sama. Untuk itu, Erick ingin pembukuan pendapatan dan laba Pertamina bisa meningkat dan membuat perusahaan terus bertengger di Fortune Global 500.

"Kami akan pastikan sub-subholding ini menjadi fondasi yang kuat untuk Pertamina menuju valuasi US$100 miliar karena memang Pertamina sendiri sudah masuk global 500 perusahaan terbesar. Jadi tidak ada istilah turun, tapi harus terus naik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan pengembangan bisnis Pertamina ke depan sudah dipetakan dengan membentuk enam subholding di perusahaan. Terdiri dari subholding upstream, refinery and petrochemical, gas, power and renewable energy, commercials dan training, dan integrated marine logistics.

"Di hulu sendiri, di kuartal II kemarin, di Juni itu untung Rp1 miliar, ini terus kita lakukan, yang selama ini juga kilang dan petrochemical menjadi beban, kemarin sudah untung Rp280 juta," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK