Erick Targetkan Valuasi Pertamina Tembus Rp1.423 T pada 2024

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 18:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir ingin PT Pertamina (Persero) mempertahankan posisinya sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Menteri BUMN Erick Thohir ingin PT Pertamina (Persero) mempertahankan posisinya sebagai perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan valuasi PT Pertamina (Persero) mencapai US$100 miliar atau setara Rp1.423 triliun (kurs Rp14.237 per dolar AS) pada 2024. Target ini ditetapkan agar pada tahun tersebut, perusahaan minyak raksasa bisa tetap bertengger di Fortune Global 500.

Sebagai catatan, Fortune Global 500 merupakan daftar perusahaan-perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Saat ini, Pertamina sebenarnya sudah masuk ke daftar tersebut dengan menduduki posisi ke-287.

BUMN migas itu berhasil masuk Fortune Global 500 karena memiliki nilai pendapatan sebesar US$41,47 miliar per akhir 2020. Sementara nilai labanya sekitar US$1,05 miliar pada periode yang sama.


"Fondasinya kita jaga supaya di 2024, kita bisa punya penjualan US$92 miliar dan keuntungan US$8 miliar, sehingga valuasinya bisa US$100 miliar," kata Erick di acara peresmian pabrik baja PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Selasa (21/9).

Erick mengatakan target valuasi US$100 miliar ini akan dikejar dengan memaksimalkan bisnis Pertamina yang saat ini sudah dipetakan menjadi enam subholding. Terdiri dari subholding upstream, refinery and petrochemical, gas, power and renewable energy, commercials and training, dan integrated marine logistics.

"Nah ini kita akan pastikan sub-subholding ini menjadi fondasi yang kuat untuk Pertamina menuju valuasi US$100 miliar karena memang Pertamina sendiri sudah masuk global 500 perusahaan terbesar," katanya.

Ia mengklaim pembentukan subholding di BUMN migas itu sejatinya sudah mulai membuahkan hasil. Hal ini tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba dari masing-masing anak usaha di masing-masing subholding.

"Di hulu sendiri, di kuartal II kemarin, di Juni itu untung Rp1 miliar, ini terus kita lakukan, yang selama ini juga kilang dan petrochemical menjadi beban, kemarin sudah untung Rp280 juta," tuturnya.

Selain itu, Erick juga berharap hasil temuan potensi migas teranyar yang didapat Pertamina bisa turut menambah keuntungan bagi perusahaan. Belum lama ini, ia mengatakan Pertamina berhasil menemukan potensi migas mencapai 204,7 juta barel belum lama ini. Temuan ini bisa menambah cadangan migas nasional.

"Di hulu sendiri, kemarin ada potensi temuan baru, gas dan minyak, yaitu 204 juta barel. Ini sangat menggembirakan di kala kita terus menurun daripada produksi nasional kita," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK