Mentan Tegaskan Data-Statistik Harus Bebas dari Kepentingan

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 15:14 WIB
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan data dan statistik sangat penting untuk membuat kebijakan dan tidak boleh terpengaruh kepentingan tertentu. Mentan, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan data dan statistik sangat penting untuk membuat kebijakan dan tidak boleh terpengaruh kepentingan tertentu. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan data dan statistik tidak boleh terpengaruh kepentingan tertentu karena merupakan sumber informasi buat menentukan kebijakan.

"Perencanaan, agregasi, dan konsepsi yang terstruktur dan baik hanya ada dari data statistik. Oleh karena itu, bagi saya sebagai Menteri Pertanian data lah sumber informasi yang tidak boleh terakrobatisasi atau bias dari kepentingan-kepentingan yang ada," kata Syahrul dalam Hari Statistik Nasional, Sabtu (25/9).

Menurutnya data menjadi sangat penting karena dapat menentukan arah sebuah kebijakan. Sehingga ia mengatakan setiap pemangku kepentingan yang berkenaan dengan statistik harus memanfaatkan momentum ini sebagai konsolidasi konsepsi bersama.


Syahrul mengatakan pertanian adalah tulang punggung kehidupan bangsa dan dapat membuka lapangan pekerjaan yang besar, sehingga harus diperkuat dengan data dan informasi yang baik.

Menurut dia data statistik penting karena menjadi awal dari perencanaan. Sebagai negara dengan penduduk sebesar 273 juta orang, Syahrul mengatakan pertanian menjadi hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan Hari Statistik Nasional (HSN) memiliki peranan dalam menanamkan kesadaran pentingnya statistik untuk evidence policy dan decision making.

Dalam kesempatan tersebut, Margo turut menyampaikan langkah yang dilakukan BPS dalam merespon pandemi covid-19 di Tanah Air. Seperti mengurangi jumlah pertanyaan dalam kuesioner secara tatap muka guna mengurangi interaksi antara surveyor dengan responden.

Sambung Margo, di era penuh distorsi seperti sekarang ini BPS terus memanfaatkan teknologi. Salah satunya ialah Kecerdasan Buatan (AI) yang dioptimalisasikan untuk Big Data BPS.

BPS turut menggunakan indeks mobilitas yang dimiliki oleh raksasa internet Google dan Facebook untuk melihat mobilitas masyarakat hingga mencatat penerbangan domestik dan internasional.

Bahkan badan statistik ini turut menggunakan data iklan pencari kerja dan akomodasi tingkat keterisian kamar harian di berbagai daerah.

(fry/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK