Jakarta, CNN Indonesia -- Pinjaman online (pinjol) ilegal semakin hari semakin populer dan banyak diakses oleh masyarakat Indonesia. Namun, kasus-kasus yang tidak mengenakan juga terus mengikuti pertumbuhan bisnis ini.
Salah satu yang teranyar, seorang ibu rumah tangga berinisal WPS (38 tahun) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, sampai harus mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena tak tahan dengan teror penagihan dari penagih utang (debt collector) pinjol.
Ini baru dari satu kasus. Secara total, Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat ada 22.986 pengaduan pinjol dari masyarakat per Agustus 2021. Tapi, sekalipun sudah dilarang, tetap ada saja masyarakat yang meminjam ke pinjol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara, banyak alternatif pinjaman bagi masyarakat selain pinjol ilegal. Bahkan, alternatif-alternatif ini sudah dipastikan aman, meski bukan berarti tanpa risiko, tapi setidaknya legal alias berizin resmi, sehingga bila ada masalah bisa diadukan sesuai aturan hukum berlaku.
Lalu, apa saja alternatif pinjaman uang selain pinjol ilegal?
1. Kredit Bank
Menurut Bhima, kredit bank tetap menjadi alternatif utama untuk meminjam uang. Hal ini tak lepas dari tingginya sumber pendanaan yang berhasil dihimpun bank, mulai dari tabungan masyarakat hingga penerbitan surat utang yang mereka lakukan.
Selain itu, jenis kredit yang bisa diakses pun beragam. Mulai dari kredit modal kerja, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit usaha rakyat (KUR), kredit tanpa agunan (KTA), hingga kartu kredit.
Bila melihat dari karakteristik pinjaman masyarakat ke pinjol, maka jenis KTA dan kartu kredit sangat mungkin dijadikan alternatif pinjaman uang selain pinjol. Sebab, biasanya pinjaman ke pinjol berskala kecil dan untuk konsumsi.
"Bunganya variasi sekitar 12-15 persen untuk KTA bank dengan maksimal pinjaman bisa sampai Rp100 juta, prosesnya bisa 2-5 hari," kata Bhima kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/10).
Kendati begitu, kentuan pasti berbeda-beda di tiap bank. Namun, menurutnya, bunga KTA dari bank masih jauh lebih 'waras' ketimbang pinjol ilegal yang biasanya sekitar 1 persen per hari.
"Belum lagi ada denda keterlambatan yang bisa melebihi pokok pinjaman kalau di pinjol ilegal," ucapnya.
Selain itu, bisnis bank diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan saat ini kredit bank yang berpotensi macet langsung diberikan kebijakan restrukturisasi, sehingga tidak menimbulkan gagal bayar dan masalah bisa dinegosiasikan, tidak seperti pinjol ilegal yang biasanya langsung diteror atau diintimidasi oleh debt collector.
2. Pinjaman Koperasi
Selain bank, sumber pinjaman yang juga aman dan diawasi adalah koperasi. Asal, koperasinya legal atau terdaftar, sehingga bukan yang 'abal-abal' atau bahkan berkedok investasi.
"Koperasi ada yang menawarkan bunga sekitar 7-15 persen per tahun," imbuhnya.
3. Kredit Ultra Mikro (UMi)
UMi merupakan program pembiayaan dari pemerintah dan bisa juga menjadi alternatif pinjaman bagi masyarakat. Apalagi nilai pinjamannya cukup ritel, yaitu sekitar Rp10 juta per pinjaman.
"Jadi memang ini bisa menggantikan pinjol ilegal yang rata-rata nominal pinjamannya di bawah Rp10 juta," ujarnya.
Tapi memang, UMi biasanya perlu jaminan kegiatan usaha. Sebab, pembiayaan ini diharapkan untuk kegiatan produktif, misalnya tambahan modal untuk dagang dan lainnya.
"Sementara banyak peminjam fintech ilegal itu pinjam untuk kebutuhan konsumsi, misalnya karena tidak ada uang untuk beli kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Untuk itu, sebaiknya kredit UMi tetap disertakan dengan tujuan usaha karena sudah menjadi syarat dari pemerintah.
[Gambas:Video CNN]
Dari Paylater hingga Pegadaian
Pinjol ilegal semakin hari semakin populer dan banyak diakses oleh masyarakat IndonesiaIlustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana).
4. Paylater E-Commerce
Opsi ini juga bisa jadi alternatif. Apalagi saat ini banyak e-commerce yang menawarkan untuk berbagai keperluan. Bahkan, tidak hanya untuk mitra usaha, tapi untuk konsumsi, misalnya membeli tiket liburan hingga jajan via aplikasi ojek online.
"Paylater resmi terdaftar dan diawasi OJK karena penyelenggara Paylater pasti bekerja sama dengan aplikasi yang resmi," ungkapnya.
Tapi, alternatif ini tetap perlu digunakan secara bijak. Khususnya bila hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
5. Saudara atau Orang Tua
Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad menambahkan alternatif pinjaman yang paling aman sejatinya adalah orang tua, saudara, atau teman dekat. Sebab, biasanya tidak dikenai bunga dan tenornya bisa disesuaikan.
Tapi, ia tetap mewanti-wanti agar pinjaman ini tetap dikembalikan. "Bukan berarti karena pinjam ke orang tua sendiri, atau saudara sendiri lalu tidak dikembalikan, karena prinsip kepercayaan ini penting untuk ke depannya," tutur Teja.
6. Pegadaian
Teja mengatakan alternatif pinjaman lain adalah PT Pegadaian (Persero). Namun memang syaratnya harus ada aset yang digadaikan. Kendati begitu, menurutnya ini juga aman karena tidak meninggalkan utang, hanya berupa pengambilan barang bila tidak bisa ditebus.
"Kalau masih ada barang yang bisa digadai, ini bisa jadi pilihan, karena setidaknya tidak jadi utang ke pihak lain. Kalau nanti sudah ada uang, barangnya bisa ditebus lagi," pungkasnya.