Daftar Bisnis BUMN yang Mengilap pada Semester I 2021

CNN Indonesia
Minggu, 17 Oct 2021 10:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kinerja perusahaan pelat merah yang tumbuh positif. Berikut daftarnya. Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kinerja perusahaan pelat merah yang tumbuh positif. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kinerja seluruh perusahaan pelat merah yang berhasil tumbuh positif sepanjang semester I 2021.

Pertumbuhan tertinggi dicetak oleh sektor layanan kesehatan yang naik 163 persen. Pendapatan sektor kesehatan tercatat tembus Rp9,48 triliun. Kemudian, sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan hingga 55 persen.

Sektor kehutanan dan sektor pertambangan juga berhasil membukukan kenaikan masing-masing sebesar 37 persen dan 34 persen. Keduanya membukukan keuntungan masing-masing Rp6,2 triliun dan Rp9,9 triliun.


Klaster energi yang mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp60 triliun berhasil mencatatkan kenaikan hingga 13 persen. Selain itu, klaster pengelolaan aset (NAMCO) juga meraih kenaikan sebesar 12 persen.

Kemudian, pertumbuhan sektor layanan keuangan sebesar 7 persen dengan pendapatan sebesar Rp13,68 triliun.

Industri asuransi juga meraih pertumbuhan sebesar 13 persen dan industri telekomunikasi juga naik 4 persen.

Klaster logistik dan klaster pupuk masing-masing membukukan kenaikan serupa sebesar 2 persen. Pendapatannya tercatat Rp1 triliun untuk pupuk dan Rp643 miliar untuk logistik.

Erick semakin unjuk gigi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah pendapatan dan laba bersih perusahaan pelat merah secara akumulatif berhasil tumbuh tinggi.

"Kalo kita liat secara perbandingan keuangan artinya kita meningkat Rp96,5 triliun. Jadi ini hasil yang luar biasa dari direksi BUMN," terang Erick Thohir dalam Pengarahan Presiden RI kepada Direktur Utama BUMN, Sabtu (16/10).

Kemudian, laba bersih semester I tumbuh lebih tinggi dibandingkan laba bersih sepanjang 2020. Pada semester ini, BUMN berhasil membukukan laba sebesar Rp26 triliun. Sementara tahun lalu hanya mencetak laba non-audit sebesar Rp5,7 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER