Nelayan Asahan Keluhkan Kelangkaan Solar Subsidi Sebulan Ini

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 08:30 WIB
Nelayan di Desa Silo Baru, Silau Laut, Asahan, Sumut mengaku kesulitan mendapat BBM sebulan ini karena pasokan solar langka. Itu membuat nelayan sulit melaut. Nelayan di Desa Silo Baru, Silau Laut, Asahan, Sumut mengaku kesulitan mendapat BBM sebulan ini karena pasokan solar langka. Itu membuat nelayan sulit melaut. Ilustrasi. (Joko Sulistyo).
Medan, CNN Indonesia --

Salah seorang nelayan di Desa Silo Baru, Silau Laut, Asahan, Sumatra Utara Awalludin Samosir mengatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi sudah langka selama hampir sebulan. Hal ini membuat nelayan di Kabupaten Asahan tak bisa melaut.

Awalludin menjelaskan pasokan BBM jenis solar hanya tersedia sedikit di Kabupaten Asahan. Itu pun, harganya sangat mahal.

Harga BBM jenis solar naik. Selain itu, pembelian solar juga dibatasi.


Lihat Juga :

"Terlalu mahal harganya dikarenakan mereka itu along-along cukup sulit di sana. Ada pengawalan, ada hal lain. Sehingga kesulitan mendapatkan minyak itu. Jarak SPBU dari sini jauh, sekitar 20 km. Jadi kami selalu beli minyak dari along-along. Sementara mereka terkendala mendapatkan minyak karena razia," ungkap Awalludin, Jumat (15/10).

Menurut Awalludin, nelayan bergantung pada along-along dan SPBU Air Joman untuk mendapatkan solar. Dengan begitu, jika ada gangguan di SPBU Air Joman, otomatis nelayan tak bisa melaut.

"Kami 500 lebih nelayan di sini bergantung pada SPBU di Air Joman itulah. Jadi kalau ada kesulitan di sana, kami nelayan di sini nggak bisa ke laut. Karena kami enggak punya ladang, laut inilah nelayan kami," kata Awalludin.

Atas kondisi ini, nelayan di Kabupaten Asahan mengibarkan bendera putih sebagai bentuk protes kondisi kelangkaan BBM. Awalludin dan nelayan lain berharap situasi dapat kembali normal agar bisa melaut seperti biasa.

"Kalau BBM ini tidak susah, kami bisa melaut seperti biasa, dan pulang hari. Tapi, saat ini kami kesulitan mendapatkan BBM. Kadang dua hari baru ada," pungkas Awalludin.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, DPRD Sumatera Utara juga sudah meminta klarifikasi PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan BBM di daerah tersebut.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Jumat (15/10) lalu, di sejumlah SPBU di Jalan Sisingamangaraja, Medan, truk dan bus mengantre panjang untuk mengisi BBM. Antrian tersebut melebar ke badan jalan hingga menyebabkan kemacetan arus lalu-lintas.

Di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, sejumlah SPBU kehabisan BBM seperti Solar, Pertamax dan Pertalite. Kondisi yang sama juga terpantau di Jalan Tanjung Morawa, Jalan Menteng Raya, Jalan Denai hingga Jalan Brigjen Katamso.

 

(fnr/aud)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER