KCIC Batal Bangun Stasiun Walini untuk Kereta Cepat

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 18:37 WIB
KCIC membatalkan pembangunan Stasiun Walini dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung demi menghindari pembengkakan biaya. KCIC membatalkan pembangunan Stasiun Walini dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung demi menghindari pembengkakan biaya. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membatalkan pembangunan Stasiun Walini. Perusahaan patungan Indonesia-China itu sengaja memangkas jumlah stasiun untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan total stasiun yang akan dibangun hanya empat. Rinciannya, Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

"Stasiun Walini ini dihapus sementara dari rencana supaya biaya pembangunan tidak bengkak," kata Dwiyana ketika berkunjung ke Transmedia, dikutip dari Detik, Senin (18/10).


Meski begitu, Dwiyana mengatakan tak menutup kemungkinan Stasiun Walini dibangun setelah pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung rampung 100 persen.

Pasalnya, sudah ada sejumlah pengembang properti (developer) yang mendekati KCIC untuk bekerja sama di lokasi pembangunan Stasiun Walini.

"Ada beberapa developer mendekati kami, bahkan ada yang berani untuk bayarin pembangunan stasiunnya. Jadi, nanti ada kemungkinan untuk dibangun," jelas Dwiyana.

Proyek kereta cepat kembali menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan sederet aturan baru.

Aturan itu berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta-Bandung.

Jokowi akhirnya mengizinkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebelumnya, pemerintah tak mengizinkan proyek itu dibiayai lewat APBN.

Kemudian, Jokowi juga mengubah pimpinan konsorsium proyek dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Konsorsium ini bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Saat ini, PSBI sebagai konsorsium BUMN menggenggam 60 persen saham di KCIC. Sisanya, 40 persen dikempit oleh Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

Pemerintah juga menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membengkak sekitar US$1,6 miliar atau setara Rp22,58 triliun (kurs Rp14.117 per dolar AS).

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER