4 Obat Kuat Angkat Harga Minyak Ke Level Tertinggi Sejak 2018

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 06:37 WIB
Harga minyak menguat ke level tertinggi sejak 2018. Berikut rincian 4 obat kuat itu. Harga minyak menguat ke level tertinggi sejak 2018. Ilustrasi. (Dok. Pertamina).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Rabu (20/10) waktu AS atau Kamis (21/10) pagi WIB. Mengutip Antara Kamis (21/10), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember menetap di US$85,82 per barel atau naik 0,9 persen.

Itu merupakan level harga tertinggi sejak Oktober 2018. Sementara harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan November naik 91 sen atau 1,1 persen ke level US$83,87 per barel dan kontrak WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Desember naik 98 sen menjadi US$83,42 per barel.


Kenaikan terjadi akibat ditopang beberapa sentiman. Pertama, setelah persediaan minyak mentah AS di Cushing, Okhlahoma yang merupakan tempat penyimpanan terbesar negara itu turun ke level terendah dalam tiga tahun.

Penjelasan Badan Informasi Energi AS (EIA), stok minyak mentah AS turun 431 ribu barel pada seminggu terakhir. Kedua, penurunan tajam stok bahan bakar nasional AS.

Untuk bensin, stok anjlok lebih dari 5 juta barel. Penurunan pasokan itu memberi sinyal ke pasar bahwa permintaan minyak meningkat sehingga membuat harganya terkerek. 

Ketiga, pengetatan pasokan yang dilakukan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)

"Permintaan yang lebih kuat dan kekhawatiran tentang penurunan persediaan ketika penyulingan sudah beroperasi pada tingkat rendah selama musim pemeliharaan membuat orang khawatir tentang apa yang akan terjadi ketika penyuling harus meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan bensin dan sulingan yang sangat kuat," kata Phil Flynn, analis energi senior di Price Futures Group di Chicago.

[Gambas:Video CNN]

Keempat, minyak masih mendapatkan topangan dari krisis energi yang terjadi akibat lonjakan harga gas di sejumlah negara. Itu memicu peralihan konsumsi energi dari gas ke minyak sehingga membuat kenaikan harga tak terbendung.

Menteri Energi Arab Saudi mengatakan pengguna yang beralih dari gas ke minyak menaikkan permintaan 500 ribu- 600 ribu barel per hari, bergantung pada cuaca musim dingin dan harga sumber energi lain.

(antara/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER