Airlangga: Top Up Kartu Sembako Cair Awal atau Akhir Desember

CNN Indonesia
Kamis, 18 Nov 2021 17:29 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut top up Kartu Sembako untuk mengatasi kemiskinan ekstrem mulai cair awal Desember selama 3 bulan. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut top up Kartu Sembako untuk mengatasi kemiskinan ekstrem mulai cair awal Desember selama 3 bulan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut top up (isi ulang) Kartu Sembako untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dijadwalkan mulai cair pada awal atau akhir Desember ini selama 3 bulan.

Airlangga menyebut dana sebesar Rp300 ribu per bulan rencananya diberikan kepada 1,4 juta warga miskin ekstrem.

"Kartu Sembako top up juga Rp300 itu kali 3 bulan jumlahnya menurut Bu Mensos (Tri Rismaharini) sekitar 1,4 juta dan ini akan dilaksanakan akhir/awal Desember," kata dia pada keterangan usai rapat terbatas (ratas), Kamis (18/11).


Selain Kartu Sembako, ia menyebut pemerintah juga akan memberikan top up BLT Desa senilai Rp300 ribu untuk 3 bulan dengan jumlah sasaran 694 keluarga penerima manfaat (KPM).

Khusus untuk BLT Desa, Airlangga menyebut saat ini payung hukumnya, yakni Surat Edaran (SE) Kementerian dalam Negeri dan SE Kementerian Desa PDTT sedang disiapkan. Namun, ia tak menyampaikan kapan BLT Desa bakal cair.

"Program yang didorong tahun ini adalah top up BLT Desa Rp300 ribu kali 3 bulan. Jumlah sasaran 694 KPM dan ini butuh SE Kemendagri dan Kemendes dan penyesuaian PMK sedang disiapkan," jelas dia.

Di sisi lain, ia menyatakan pemerintah bakal menyelenggarakan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) khusus kemiskinan pada akhir Desember nanti.

[Gambas:Video CNN]

Semua itu, menurut dia, dilakukan untuk mencapai target 0 persen tingkat kemiskinan ekstrem pada 2024. Sedangkan pada 2022 ditargetkan tingkat kemiskinan dapat diturunkan menjadi 8,5 persen-9 persen.

Ia menyebut untuk tahun ini pemerintah fokuskan menekan tingkat kemiskinan di 35 kabupaten/kota di tujuh provinsi.

"Tahun depan di 212 kabupaten/kota dengan prioritas perluasan dan tingkat kemiskinan ekstrem di angka 3 persen-3,5 persen dan di 2023-2024 di 514 kota prioritas dan tingkat kemiskinan ekstrem di 2,3 persen-3 persen dan di 2024 kemiskinan ekstrem 0 persen," jelasnya mengakhiri.

(mrh/wel)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER